Rabu, 08 April 2020
CUKUP ITU MEMBAHAGIAKAN
Oleh : Rokhmat
Kebutuhan berasal dari kata dasar butuh. Kebutuhan memiliki arti dalam kelas nominal atau kata benda sehingga kebutuhan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.
Arti kata kebutuhan adalah yang dibutuhkan. Kebutuhan juga berarti yang diperlukan.
Definisi atau arti kata Keinginan berdasarkan KBBI keinginan /ke·i·ngin·an/ n 1 barang apa yg diingini (diinginkan) mempunyai keinginan.
Sebuah contoh pabila kondisi sedang lapar yang dibutuhkan adalah barang entah nasi, roti, ketela atau yang lainnya sebagai penunjang inti asupan dan yang di butuhkan perut, kadarnya seberapa masing-masing sesuai kuantitinya sepiring atau sepotong kalo lagi enak-enaknya mungkin bisa nambah dua piring dan lebih.
Kebutuhan yang maksud konteksnya tentu bukan enak, sedap, nikmat, lezat, banyak atau sedikitnya asupan makanan yang dibutuhkan bagi perut adalah secukupnya.
Pabila Anda punya persepsi secukupnya adalah enak, lezat, banyak, nikmat silahkan toh masing-masing tergantung sebab dan akibat. Artinya kalau kepingin lezat, enak, banyak, nikmat dan wah yaaa kondisi budget gak mencukupi berati hasrat seng mekso.
Pabila secukupnya Anda persepsikan fasilitas yang tidak sesuai fungsi silahkan wong itu pilihan Anda, wong untuk mewujudkan fasilitas tentunya berhubungan dengan anggaran karena hasrat menggebu dengan fasilitas tersebut.
"Cukup itu baik dan perkara baik itu membahagiakan"
Minjem kalimat bijak "Hidup adalah kegelapan jika tanpa hasrat dan keinginan. Dan semua hasrat serta keinginan adalah buta, jika tidak disertai pengetahuan. Dan pengetahuan adalah hampa jika tidak diikuti pelajaran. Dan setiap pelajaran akan sia-sia jika tidak disertai cinta. - Khalil Gibran
Beda ngomongin keinginan di kontekskan pada kebahagiaan. Kita semua yakin harapan, dambaan urip itu pingin hidup bahagia. Apakah kebahagiaan ada hubungannya dengan kekayaan, kemiskinan, status sosial, pangkat dan lain-lain. Tidak tentu judule kadang-kadang, sebab yang menentukan kebahagiaan bukan kekayaan atau kemiskinan ataupun pangkat melainkan sikap mental dan sikap batin manusia terhadap kekayaan dan kemiskinan. Anda mau beli mobil atau fasilitas sebanyak-banyaknya, asal Anda tidak bergantung, diperbudak, diatur oleh mobil dan fasilitas yang Anda miliki. Kalau Anda diperbudak, merasa keberatan pada perawatannya, angsurannya atau diatur berbagai macam pasti Anda jauh dari kebahagiaan. Kalau Anda mandiri, Anda merdeka dan sanggup mengatasi milik Anda, maka Anda mungkin lebih bahagia.
Silahkan letakan masing-masing kebutuhan, keinginan, dan bahagia pada porsinya, jarene pak Kyai sesuaikan pada ilatnya. Kapan bisa menemukan hal tersebut? setiap saat, di berbagai tempat dan berbagai keadaan.
31 Desember 2019
Salam Ngopi Nusantara
BANYAKIN BELAJAR
Kita memang harus banyak belajar untuk mencari kebenaran, tapi begitu dapat dan yang mendapatkan referensi kebenaran sudut pandang yang lain lantas kita kekeh dengan egonya mempertahankan kebenaran tersebut dengan mencari pembenaran dan tentunya bukan untuk membanggakan kebenaran itu, pembenaran pabila hanya sebatas menjawab pertanyaan namun kita sendiri tidak mengimplementasikan dari esensi makna benar tersebut sama saja ngawur.
Karena kebenaran diri kita hanya bersifat ilmu dan pengetahuan, yang perlu kita banggakan outputnya dari kebenaran yaitu kenyamanan bagi orang lain, kasih sayang dan keseimbangan.
Kebenaran itu luas. Ada benarnya sendiri, benarnya banyak orang (Demokrasi) misalnya benarnya yang sejati dari Tuhan, karena itu output kebenaran adalah jangan kebenaran namun outputnya adalah kebijakan dan keseimbangan bersama. Artinya kebenaran itu harus kita adonin dan kita olah sedemikian rupa indahnya supaya menjadi kebaikan, indah, kearifan, kebijakan, cinta dsb
Pasca pilpres pun didumay masih gontok-gontokan antar pendukung apa lagi bagi yang kalah selalu mencari cela untuk menyalahkan atau menghujat. Naluri manusiawi kalau lagi kesel (sakit ati) dengan seseorang entah sahabat, teman, keluarga, suami, istri, anak, kakak, adik, pun orang tua kita, bahkan guru kita apa lagi lawan beda pilihan (fans berat perpolitikan) terlebih hanya pertemanan di dumay, sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan, kita tetep yang diinget kejelekannya kita pokoke nggak ada benernya sama sekali.
Miris jadi inget jaman baheula fanatik buta antar kelompok masing-masing, suku dan ras seng di namakan 'ashabiyah mempermasalahkan sepele di anggap masalah besar, namun justru masalah yang besar dianggap tidak bermasalah, wong podo-podo bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad S.A.W adalah utusan Allah berati orang tersebut di katakan muslim dan muslimat dan tentunya muslim satu dengan muslim lainnya adalah saudara "al muslim akhul muslim" lah moso sesama saudara gontok-gontokan hasud sini hasud sono padahal notabene syahadate sama, beda pilihan, beda cara teknis dan beda pergerakan sak umur urip benci lah apakah pantes.
Lah tatanane, system, standarisasi, ya harus sama, lah wong kita sudah sering denger cerita para ngulama dulu b kui rukun hayooo tumandang bareng jalankan tugas sesuai tugas keahlian masing-masing.
Yang paling tersulit adalah bagaimana dalam keadaan apapun, hujan, kemarau, gelap atau terang ekonomi krisis atau sejahtera tetap berlaku penuh kasih sayang, tetap berlaku untuk menciptakan keseimbangan satu sama lain.
Kalau ngomongin terkait NKRI sudah barang tentu gandengan dengan Bhineka Tunggal Ika semuanya pada taulah maksud artinya hal tersebut punya kematangan dan perluasan berfikir, walhasil dituntut untuk memiliki kearifan , kebijaksanaan dan ilmu yang seluas- luasnya untuk saling menghargai, menghormati serta mengapresiasi satu sama lain.
Lah geger bin ruwes adu dalil dan saling serang sana sini tiap tahun mengenai khilafiyah kisruh agenda program tahunan yang notabenya temanya muncul bukan dari struktur namun menjadi PR para struktur, menjelang ramadhan geger bilangan rokaat tarawih, bulan maulid geger bidngah, bulan sya'ban geger anjuran dan tidaknya dzikir bareng, hari natal dan tahun baru sami mawon di bahas maning (jawa: sama saja) yang masih anget. Belum lagi program dari struktur pildes, pilbup, pilgub dan pilpres yang gak ada, belon lagi ganti progam musiman banjir tahunan di jakarta dan merambah bekasi juga ikutan punya program musim banjir pertahun, tiap periode ganti pemimpin ya sami mawon wong yang di kedepan awalnya nyalahin sini jatuhin sana.
Kita tidak bisa meneruskan cita-cita bangsa dan negara, dimana yang satu merasa dirinya malaikat menuduh lainnya syetan.
27.09.2019
Kominfo BEM STAI HAS
Salam Ngopi Nusantara
Karena kebenaran diri kita hanya bersifat ilmu dan pengetahuan, yang perlu kita banggakan outputnya dari kebenaran yaitu kenyamanan bagi orang lain, kasih sayang dan keseimbangan.
Kebenaran itu luas. Ada benarnya sendiri, benarnya banyak orang (Demokrasi) misalnya benarnya yang sejati dari Tuhan, karena itu output kebenaran adalah jangan kebenaran namun outputnya adalah kebijakan dan keseimbangan bersama. Artinya kebenaran itu harus kita adonin dan kita olah sedemikian rupa indahnya supaya menjadi kebaikan, indah, kearifan, kebijakan, cinta dsb
Pasca pilpres pun didumay masih gontok-gontokan antar pendukung apa lagi bagi yang kalah selalu mencari cela untuk menyalahkan atau menghujat. Naluri manusiawi kalau lagi kesel (sakit ati) dengan seseorang entah sahabat, teman, keluarga, suami, istri, anak, kakak, adik, pun orang tua kita, bahkan guru kita apa lagi lawan beda pilihan (fans berat perpolitikan) terlebih hanya pertemanan di dumay, sebanyak apapun kebaikan yang kita lakukan, kita tetep yang diinget kejelekannya kita pokoke nggak ada benernya sama sekali.
Miris jadi inget jaman baheula fanatik buta antar kelompok masing-masing, suku dan ras seng di namakan 'ashabiyah mempermasalahkan sepele di anggap masalah besar, namun justru masalah yang besar dianggap tidak bermasalah, wong podo-podo bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad S.A.W adalah utusan Allah berati orang tersebut di katakan muslim dan muslimat dan tentunya muslim satu dengan muslim lainnya adalah saudara "al muslim akhul muslim" lah moso sesama saudara gontok-gontokan hasud sini hasud sono padahal notabene syahadate sama, beda pilihan, beda cara teknis dan beda pergerakan sak umur urip benci lah apakah pantes.
Lah tatanane, system, standarisasi, ya harus sama, lah wong kita sudah sering denger cerita para ngulama dulu b kui rukun hayooo tumandang bareng jalankan tugas sesuai tugas keahlian masing-masing.
Yang paling tersulit adalah bagaimana dalam keadaan apapun, hujan, kemarau, gelap atau terang ekonomi krisis atau sejahtera tetap berlaku penuh kasih sayang, tetap berlaku untuk menciptakan keseimbangan satu sama lain.
Kalau ngomongin terkait NKRI sudah barang tentu gandengan dengan Bhineka Tunggal Ika semuanya pada taulah maksud artinya hal tersebut punya kematangan dan perluasan berfikir, walhasil dituntut untuk memiliki kearifan , kebijaksanaan dan ilmu yang seluas- luasnya untuk saling menghargai, menghormati serta mengapresiasi satu sama lain.
Lah geger bin ruwes adu dalil dan saling serang sana sini tiap tahun mengenai khilafiyah kisruh agenda program tahunan yang notabenya temanya muncul bukan dari struktur namun menjadi PR para struktur, menjelang ramadhan geger bilangan rokaat tarawih, bulan maulid geger bidngah, bulan sya'ban geger anjuran dan tidaknya dzikir bareng, hari natal dan tahun baru sami mawon di bahas maning (jawa: sama saja) yang masih anget. Belum lagi program dari struktur pildes, pilbup, pilgub dan pilpres yang gak ada, belon lagi ganti progam musiman banjir tahunan di jakarta dan merambah bekasi juga ikutan punya program musim banjir pertahun, tiap periode ganti pemimpin ya sami mawon wong yang di kedepan awalnya nyalahin sini jatuhin sana.
Kita tidak bisa meneruskan cita-cita bangsa dan negara, dimana yang satu merasa dirinya malaikat menuduh lainnya syetan.
27.09.2019
Kominfo BEM STAI HAS
Salam Ngopi Nusantara
CELOTEH SI PENGKY (Kamu Sekolah Biar Apa?
Kamu Sekolah Biar Apa?
Sekolah menciptakan calon tenaga pekerja, slogan demikian para orang tuapun sepakat menyekolahkan anak agar anaknya kelak bisa dapat pekerjaan untuk penghidupan. Tentunya Andapun sepakat paparan demikian terlebih pasca lulus anak mendapatkan pekerjaan sebelumnya lenggang kangkung jalan kaki 2 tahun kebeli motor perpanjang kontrak.
Terlebih mendapatkan kesempatan menduduki jabatan dan penghasilan perbulan yang fantastis, tunjangan jabatan, tunjangan lemburan. Punya hasil dari pekerjaan rumah gedong dan berbagai fasilitas super lek. 5 hingga 8 tahun berikutnya terbeli roda empat mau kredit ataupun cash, dan itu menjadi Paradigma bahwa hal demikian adalah brand anak saya/sodara saya sekarang SUKSES. Walhasil cocok slogan demikian di atas.
suk·ses /suksés/ a berhasil; beruntung dalam KBBI arti dan makna sukses mayoritas orang menginterpretasikan sukses adalah orientasinya pada hal jabatan dan kebendaan.
Apakah takaran sukses menumpuk benda
Apakah takaran sukses mempunyai segudang prestasi, ah di masyarakat gak di tanyain tuh Anda punya prestasi apa?
Apakah takaran sukses always rangking satu,
Apakah takaran sukses adalah jabatan yang di perebutkan dengan segala cara saling sikut untuk meraihnya.
Apakah takaran sukses mempunyai mobil.
Apakah takaran sukses punya motor berjejer.
Hal demikian menjadi paradigma yang nempel pada pemahaman halayak umum. Namun pernahkah Anda berfikir kalau sekolah adalah menciptakan seseorang untuk bagaimana menjalani kehidupan bisa menjawab tantangan berbagai masalah kehidupan hingga memberikan penghidupan.
Untuk para penuntut ilmu, untuk para orang tua dan yang mau menjadi orang tua dan yang di tuakan tentunya berharap kepada anaknya kelak bisa menjadi anak sholih dan sholikha dan takaran sholih barang tentu baik mandiri dan bisa menjawab menghadapi berbagai persoalan dan tentunya memberikan penghidupan. Barometernya autput berupaya untuk selalu manfaat dan memberi manfaat.
Salam Ngopi Nusantara
CELOTEH SI PENGKY
Aktifitas setiap hari sebagai kuli pabrik, di rumah bisa di bilang tidak sepi hari-harinya baik yang kenal maupun konco bolo berkunjung kerumah dari masalah yang punya hutang, pedagang parfum, pedagang koko, pedagang gamis, pedagang sarung, pedagang madu, ngajuin proposal, para mahasiswa shaering materi, aktivis PMII, konco bolo taklim, pemulung, bocah-bocah TPQ setempat, caleg, yang mau punya hajatan, mo nyekolahin anaknya, ustadz-ustadz yang ngajar TPQ, bahkan yang nasrani ataupun beda organisasi pun tak terima karena mereka semua tak anggep sahabat saya semua.
Konco bolo dateng dari personal dan rombongan ada yang siang hari, sore, petang, setengah malam dan menjelang pagi kadang ujug-ujug sudah stanby di depan pintu rumah. Aku yo bingung padahal aku dudu sopo-sopo artine podo bodo karone, bukan pemberi solusi masalah, lah nek pada saat mereka berkeluh kesah terkait ekonomi saya juga pas-pasan lah boro-boro mau bantu curhat masalah keluarga ; lah aku be kadang ribut sama istri kadang kesel sama anak. Curhat masalah mengenai warga, jamaah masjid, program DKM dan program organisaai lain yang tidak progresif dan carut marut susahnya mengkondisikan struktur dan wara.
bukan ustadz, bukan gus, bukan kyai apa lagi habib.
Kepada siapa engkau berkeluh kesah, mengadu masalah tidak kunjung selesai, tidak mempunyai pekerjaan, dagangan sepi tiga toko sudah tutup, di PHK yang tidak di bayar uang pesangon, pabrik sudah tutup, habis kontrak, terlilit hutang rentenir ratusan juta, kemalingan, sakit yang tidak kunjung sembuh berbulan-bulan, ribut rumah tangga, ribut tetangga karena anak-anak bermain ada yang nangis,
Sapaan akrab anak-anak tetangga kepada saya Pak Dhe itu bagi telinga dan perasaan sangat nyaman buat saya berati anak-anak merasa nyaman bisa jadi mereka anggap saya seperti orang tua mereka sendiri. Konco bolo terkadang ada yang manggil ustadz namun saya bilang wong saya tidak butuh santri jadi gak perlu panggil saya ustadz siap menanggung resiko kalo jadi santri saya hihihi.
Pabila konco bolo dateng gak punya konsep bahan obrolan cuman modal nyiapin air putih, kalo ada kacang godok di tambah kopi item kadang kalo lagi ada makan bareng lauk seadanya ngampar bareng di lantai tanpa alas dan cukup yang cuman nyimak dengerin obrolan mereka-mereka wes gitu tok.
Ternyata nikmat jadi laden hanya jadi pendengar pabila di mintain tanggapan dan pendapatpun hanya sekedarnya memberikan stimulus selanjutnya di persilahkan kembali kepada mereka yang mau ambil sikap, wong gambaran solusi itu hanya sebatas proses kasab ikhtiar, tentunya ending ahir sama-sama mempunyai kelebihan dan kekurangan karena bagi saya kedatangan mereka adalah kehormatan bagi saya mereka mau main dan ngajak ngobrol intinya "saya itu hanya sebatas bagaimana caranya harus menerima mereka bukan bagaimana mereka harus menerima saya".
Salam Ngopi Nusantara
NU HARUS JADI SUBJEK DALAM BERMEDSOS
Rangkaian berbagai materi acara MKNU angkatan 02 (16/02/2020) yang di selenggarakan PCNU Bekasidi ponpes Al Fath Jalen. Salah satu materi yang tak kalah penting bagi peserta MKNU khususnya bagi para pengurus NU dari tingkat tertinggi hingga tingkat ranting, pemateri kali ini Kang Heri Koswara dari Bekasi beliau menjabat pelbagai organisasi termasuk pengurus PERGUNU Jabar.
Mengingat dari perkembangan teknologi
Perkembangan media online menjadi salah satu awal dari kebangitan media-media lainnya. sebuah pergeseran telah terjadi dan dianggap sebagi sebuah awalan baru yang sangat membantu banyak pihak tidak terkecuali masyarakat. Lahirnya media online tidak dapat dihindari dari peristiwa booming media online yang terjadi di dunia pdaa pertengahn 1990an.
Tidak ayal beberapa tahun ini organisasi NU dari banom hingga kyai-kyai NU jadi bahan tranding topik paling kenceng hujatan dan fitnahan dari kaum sebelah minhum. Dalam hal ini dari struktural mengevaluasi dari kinerja para pengurus salah satunya pentingnya media sosial di jadikan sebagai media dakwah, beberapa tugas pengurus NU di wajibkan :
1. Wajib mengoptimalkan NU Cyber
2. Wajib punya medsos organisasi
3. Wajib setiap menit/detik update informasi.
4. Wajib terkoneksi dengan website & medsos lainnya.
5. Wajib di viralkan informasinya.
6. Wajib di seleksi informasinya agar baik & benar.
Berikut tugas kepada jam'iah dan jama'ah NU yaitu :
* Wajib mempunyai medsos
* Wajib mempunyai content menarik
* Wajib mengupdate medsos
* Bermedsos dengan sehat dan cerdas
* Viralkan informasi yang baik dan benar
* Filterasi informasi yang masuk
* Update medsos
* Tergabung dan aktif di dalam komunikasi medsos.
Organisasi NU pengurus dan Jam'iyah NU harus menjadi Disruptor (inovasi pergerakan untuk perubahan). Nahdliyin wajib mampu menyongsong perubahan untuk menciptakan perubahan dan perbedaan yang bercorak Nahdliyin. Artinya Nahdliyin tetap sebagai subyek (fail) dan BUKAN menjadi obyek (maf'ul).
Selanjutnya para pengurus berbagai banom, lembaga dan jam'iyah NU berupaya menggiatkan aktif dalam berliterasi. Kyai Said berpesan dalam bentuk tulisan bersumber dari NU Online menurut sudut pandang saya bisa di katakan nada intruksi kepada pengurus dan jam'iah NU pesan beliau yaitu" Kita yang paham agama tapi tidak mengisi kontent medsos, yang mengisi medsos yang tidak mengerti agama, maka isinya caci maki mengkafir-kafirkan orang karena yang mengisi kontent medsos tidak mengerti agama"
Terahir pesan dan intruksi pemateri Kang Heri Koswara akan mengadakan pelatihan pada pertengahan maret terkait medsos, literasi dan website di upayakan para penggerak dari IPNU, Ansor dan PMII bertempat di NU center Bekasi.
Bekasi 16 februari 2020
Salam Ngopi Nusantara
BERKAH BERSAMA NU
Berkah Bersama NU
Bagi Anda yang mengaku NU atau warga NU sudahkah Anda mengetahui ciri-ciri dan pemikiran, pergerakan. Lewat sedikit tulisan ini saya coba paparkan Ciri-Ciri utama warga NU hasil menghadiri program MKNU (Madrasah Kader NU) pemateri Kyai Dasuki Sekjend dari PWNU Jabar yang di selenggarakan oleh PCNU Bekasi di ponpes Al Fath Jalen Tambun Utara Bekasi Jabar monggo simak sambil ngopi kalo ada hihihi
Berikut ini Ciri-ciri utama warga NU
1. AMALIAH ( Cara Beribadah)
Menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada al qur'an, sunah Nabi dan para sahabat dengan sanad ilmu yang jelas.
2. FIQROH (Pemikiran)
Senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasamuh (toleran) tawassut (moderat) tawazzun (seimbang) dan 'adalah (adil)
3. HARAKAH (Gerakan)
Gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan koorganisasian NU.
4. GHIROH (Semangat)
Dalam berhidmat kepada NU harus semangat juang yang menggelora.
Fiqroh (Pemikiran) NU Ada 5 macam :
1. TAWASSUTIYYAH : Tidak keras dalam menyikapi permasalahan/ moderat
2. TASAMUYIAH : Pola pikir toleran.
3. ISLAHIYAH : Revormatik memperbaiki keadaan bukan mengacaukan suasana.
4. TATOWURIYYAH : Dinamis, inovasi, improvemen atau perbaikan terus- menerus.
5. MANHAJIYAH : Pola pikir metodelogis.
Nah selama ini yang mungkin sering Anda lakukan terkait pergerakan/tingkah laku yang di realisasikan lewat jejaring sosmed baik FB, Twitter, WA share artikel, share pamplet dan ikut komen yang kurang sesuai tatanan standarisasi pemikiran NU apakah Anda pantas di katakan warga NU..?
Pabila Anda masih ngaku dan cinta NU pemikiran dan pergerakan belum sesuai monggo lebih semangat lagi belajar tentang keNUan.
Siapa kita....3X
NKRI.....Harga Mati
Pancasila....Jaya
Aswaja.....Aqidah Kita
Nusantara....Milik Kita
MKNU....Siap 3x Luar Biasa
15 februari 2020
MKNU Ponpes Al Fath Jalen Bekasi
Salam Ngopi Nusantara
Bagi Anda yang mengaku NU atau warga NU sudahkah Anda mengetahui ciri-ciri dan pemikiran, pergerakan. Lewat sedikit tulisan ini saya coba paparkan Ciri-Ciri utama warga NU hasil menghadiri program MKNU (Madrasah Kader NU) pemateri Kyai Dasuki Sekjend dari PWNU Jabar yang di selenggarakan oleh PCNU Bekasi di ponpes Al Fath Jalen Tambun Utara Bekasi Jabar monggo simak sambil ngopi kalo ada hihihi
Berikut ini Ciri-ciri utama warga NU
1. AMALIAH ( Cara Beribadah)
Menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada al qur'an, sunah Nabi dan para sahabat dengan sanad ilmu yang jelas.
2. FIQROH (Pemikiran)
Senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep tasamuh (toleran) tawassut (moderat) tawazzun (seimbang) dan 'adalah (adil)
3. HARAKAH (Gerakan)
Gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan koorganisasian NU.
4. GHIROH (Semangat)
Dalam berhidmat kepada NU harus semangat juang yang menggelora.
Fiqroh (Pemikiran) NU Ada 5 macam :
1. TAWASSUTIYYAH : Tidak keras dalam menyikapi permasalahan/ moderat
2. TASAMUYIAH : Pola pikir toleran.
3. ISLAHIYAH : Revormatik memperbaiki keadaan bukan mengacaukan suasana.
4. TATOWURIYYAH : Dinamis, inovasi, improvemen atau perbaikan terus- menerus.
5. MANHAJIYAH : Pola pikir metodelogis.
Nah selama ini yang mungkin sering Anda lakukan terkait pergerakan/tingkah laku yang di realisasikan lewat jejaring sosmed baik FB, Twitter, WA share artikel, share pamplet dan ikut komen yang kurang sesuai tatanan standarisasi pemikiran NU apakah Anda pantas di katakan warga NU..?
Pabila Anda masih ngaku dan cinta NU pemikiran dan pergerakan belum sesuai monggo lebih semangat lagi belajar tentang keNUan.
Siapa kita....3X
NKRI.....Harga Mati
Pancasila....Jaya
Aswaja.....Aqidah Kita
Nusantara....Milik Kita
MKNU....Siap 3x Luar Biasa
15 februari 2020
MKNU Ponpes Al Fath Jalen Bekasi
Salam Ngopi Nusantara
BRLAJAR NGURUSI MAYIT MUHASABAH BAKAL JADI MAYIT
Di riwayatkan dari Abu Rafi' Rosulullah Saw bersabda " Barang siapa yang memandikan mayit lalu menutupi keburukannya, maka ia akan di ampuni 40 kali. Barang siapa mengkafani mayit maka Allah akan memberinya pakaian sutra halus dan sutra tebal dari syurga. Barang siapa menggali kubur untuk mayit, lalu menutupinya maka ia mendapat pahala seperti rumah yang akan ia tempati sampai hari kiamat" (HR.Al Hakim, ia berkata Hadits Shohih, sesuai kriteria Muslim).
Sangat ironis di saat ada kematian terkait mengurusi jenazah seakan-akan itu adalah kwajiban mutlak tugas amil/modin ini salah kaprah!, padahal tugas amil/modin itu hanya sebatas mengarahkan kepada pihak keluarga atau shohibul musibah yang lebih berwenang untuk mengurusi jenazah.
Hal ini sudah menjadi budaya bahkan peradaban di wilayah perkotaan terlebih yang notabenya kehidupan di lingkungan perumahan, tentunya bukan tanpa sebab mereka berdalih takut, jijilah, gak bisalah dan sebagainya itu hanya sebatas paradigma yang gak berdalih.
Kali ini jajaran pengurus DKM Al Amin bekerja sama keRtan, Rw, Majlis Talim Al Amin kaum ibu-ibu, kaum Bapak-bapak dan Karang Taruna Perum Gcc Desa Karang Raharja Kec. Cikarang Utara Bekasi, mengadakan pelatihan pemulasaran jenazah yang di pandu dari LTM NU Bekasi sebagai pemateri Kyai Kuswadi Spdi dan Kyai Karyadi El Mahfudz MA.
Program ini sekaligus membentuk lembaga baru di bawah naungan DKM, Rt, Rw yaitu Rukem (Rukun Kematian Masyarakat) selain mengadakan program Pelatihan pemulasaran jenazah berikut pelantikan pengurus Rukem nex, tentunya terbentuknya Lembaga Rukem ini bukan semata-mata ngambil manfaat pada yang kepaten, namun membantu mengarahkan, berbagi ilmu serta mengakomodir secara struktur terkait pengurusan jenazah dengan harapan shohibul musibah di bebaskan biaya bukan hanya meringankan apabila warga/pihak keluarga ada yang meninggal dunia.
Selanjutnya RTL Follow up program perdana ini insya Allah di agendakan pertemuan pengurus berikutnya yaitu :
* Pembahasan AD ART Rukem
* Pemunculan anggaran administrasi anggota rukem konsolidasi bersama warga.
* Tata tertib anggota Rukem serta
* Pemunculan Proker Rukem DKM
Selamat berhidmat dan semoga ilmu yang di dapat membawa manfaat bagi kita dan untuk kemaslahatan masyarakat khususnya wilayah sekitar umumnya warga muslim kuluhum dan semoga progres awal ini menjadi nilai ibadah bagi kita semua dan mendapatkan keridhoan dari Allah SWT aamin ya robbal alamin.
Salam Ngopi ☕Nusantara😍😅🙏
Langganan:
Postingan (Atom)