Jumat, 20 Agustus 2021
Peresmian MI Ma'arif NU Syalafiyah Perum Gramapuri Persada Cibitung Bekasi
Senin, 16 Agustus 2021
Riang Gembira Semangat Merayakan Kemerdekaan RI ke 76.
Sabtu, 14 Agustus 2021
Konsolidasi LPM NU Bekasi
Sabtu, 16 Januari 2021
Jurnal Komunikasi Tutor dan Peserta Didik
JURNAL
![]()
Hambatan Komunikasi dalam Aktivitas Bimbingan Belajar antara Tutor
dengan Peserta Didik TPQ.
Rokhmat, Semester 5 C Prodi PAI STAI Haji Agus
Salim Cikarang Bekasi.
rokhmatgroover@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh
gambaran mengenai hambatan komunikasi dalam aktivitas bimbingan belajar antara
tutor dengan kelompok anak TPQ . Peneliti menggunakan studi kasus sebagai
metode penelitian dan observasi non-partisipan dan wawancara dengan informan
penelitian sebagai teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian menunjukkan tidak
terdapat perbedaan antara anggota kelompok yang bersekolah nonformal sekaligus karyawan
dengan anggota yang bersekolah formal saja. Dalam hambatan komunikasi yang
dikemukakan oleh beberapa personil, hambatan fisik dalam konteks situasi tempat
bimbel yang tidak kondusif dan hambatan psikologis yang menghambat komunikasi
kelompok. Selain itu terdapat hambatan lain dalam komunikasi kelompok yaitu
kecenderungan anggota kelompok dalam memilih pelajaran yang mereka kehendaki,
membuat komunikasi terhambat.
Kata Kunci: Hambatan Komunikasi, Bimbingan Belajar, Kelompok
Kecil.
Pendahuluan
Salah satu unsur dari komunikasi adalah hambatan (barriers). Pada penelitian serupa
sebelumnya yang dilakukan oleh Rokhmat (2020) menyatakan bahwa perlu adanya
media pembelajaran untuk memperlancar penyampaian komunikasi antara guru dan santri.
Hal ini dikarenakan pada penyampaian pesan tersebut, sering terjadi hambatan
yang mengakibatkan pesan dalam pembelajaran kurang diterima sebagaimana yang
dimaksudkan oleh penyampai pesan (guru).
Sedianya proses pembimbingan belajar harus berada dalam kondisi
yang tenang. Kondisi demikian berbanding terbalik dengan kondisi pembimbingan
belajar yang berada di perum Gcc Cikarang Utara Bekasi Jawa Barat. Setiap anak
dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil yang dikategorikan berdasarkan jenjang
sekolah formal mereka. Mulai dari kelompok kelas PAUD (Pendidikan Anak Usia
Dini) usia 3-5 tahun, kelompok jilid I – VI Sekolah Dasar (SD), dan kelompok TPQ.
Setiap kelompok dibimbing oleh satu orang tutor dengan 3-5 anak per
kelompoknya. Setiap kelompok melakukan aktivitas bimbingan belajar di satu
tempat secara bersamaan. Tempat tersebut berukuran kira-kira 7 x 4 meter
persegi lost tanpa sekat. Kondisi bertambah menjadi kompleks, ketika melihat
lokasi tempat bimbingan belajar yang berada tepat di area selasar masjid. Kondisi
ini membuat suasana kurang nyaman terlebih pabila masuk waktu sholat dan lalu
lalang santri kurang terkontrol suara sangat gaduh saling bersautan antar
pengajar yang satu dengan pengajar lainnya terlebih pada saat mulai KBM baca giliran
nunggu baca jilid yang lain berhamburran keluar dan lati-larian.
Berdasaran hasil pra observasi yang peneliti lakukan,
terdapat beberapa hambatan dalam komunikasi saat tutor menjelaskan materi
pelajaran kepada anak-anak tersebut. Salah satunya saat tutor kelompok kelas jilid
3 hingga kelas Al Qur’an, yang sedang mengajar
Berkumpul jadi satu, terlihat ekspresi
wajah anak-anak tersebut yang mengisyaratkan ketidakpahaman terhadap apa yang
diajarkan tutor kepada mereka. Sehingga tutor menjelaskan kembali dengan bahasa
yang lebih mudah dimengerti anak-anak dengan menggunakan stik mirip stik dram menggunakan bahasa gerak titian murotal secara
teratur. Setelah itu, anak-anak kemudian menyimak fengan seksama tanpa
terdengar satu pun dari santri berbicara sendiri dan lari-larian.
Komunikasi yang terjadi antara tutor dengan kelompok anak PAUD
hingga beranjak masuk jilid VI ini tergolong sebagai komunikasi kelompok kecil.
Menurut DeVito (2011, p. 336), salah satu karakteristik kelompok kecil adalah
sekumpulan perorangan, jumlahnya cukup kecil sehingga semua anggota bisa
berkomunikasi dengan mudah sebagai pengirim maupun penerima.
Sedangkan Mulyana (2007: p. 82) menambahkan komunikasi kelompok
biasanya merujuk pada komunikasi yang dilakukan kelompok kecil (small group communication), jadi
bersifat tatap muka. Umpan balik dari seorang peserta dalam komunikasi kelompok
masih bisa di identifikasi dan ditanggapi langsung oleh peserta lainnya.
DeVito dalam bukunya The
Interpersonal Communication Book (2009, p. 11-13), dalam salah satu elemen
komunikasi interpersonal yaitu hambatan(barriers).
Secara teknis, hambatan adalah hal apapun yang dapat mendistorsi pesan,
apapun yang menghalangi penerima dalam menerima pesan. Ada empat tipe hambatan.
Sangat penting artinya untuk mengidentifikasi tipe-tipe hambatan dan ketika
memungkinkan, untuk mengurangi efek hambatan tersebut. Hambatan fisik, hambatan
fisiologi, hambatan psikologi, dan hambatan semantik. Berdasarkan uraian di
atas dapat disimpulkan bahwa dalam komunikasi, terdapat berbagai macam hambatan
yang dapat merusak komunikasi itu sendiri.
Bagaimanakah hambatan-hambatan komunikasi dalam aktivitas
bimbingan belajar antara tutor dengan kelompok anak kelas PAUD hingga menjelang
jilid VI.
Tinjauan Pustaka
Hambatan Komunikasi
Effendy (2003, p. 45) menyatakan bahwa beberapa ahli
komunikasi menyatakan bahwa tidaklah mungkin seseorang melakukan komunikasi
yang sebenarbenarnya efektif. Ada banyak hambatan yang dapat merusak
komunikasi. DeVito (2009: p. 11-14) menyatakan bahwa hambatan komunikasi
memiliki pengertian bahwa segala sesuatu yang dapat mendistorsi pesan, hal
apapun yang menghalangi penerima menerima pesan. Ada empat bentuk hambatan komunikasi
yaitu hambatan fisik (Physical Barriers),
hambatan fisiologis (Physiological
Barriers), hambatan psikologis (Psychological
Barriers), dan hambatan semantik (Semantic
Barriers).
Komunikasi Kelompok Kecil
Effendy (2000, p. 76) berpendapat bahwa komunikasi kelompok
kecil (Small group communication) merupakan
komunikasi yang ditujukan kepada kognisi komunikan dan prosesnya berlangsung
secara dialogis. Myers & Anderson (2008, p. 7) menyatakan bahwa komunikasi
kelompok kecil didefinisikan sebagai tiga orang atau lebih orang yang bekerja
dengan saling bergantung satu sama lain untuk tujuan memenuhi sebuah tugas.
Metode
Konseptualisasi Penelitian
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi kasus
tunggal. Studi kasus merupakan sebuah penelitian empiris yang menyelidiki
fenomena yang sedang berlangsung secara mendalam pada konteks kehidupan
tertentu terutama ketika batasan-batasan antara fenomena dan konteks tidak
terlalu jelas (Yin, 2009, p.18).
Subjek Penelitian
Subjek penelitian diambil menggunakan purposive sampling. Purposive sampling merupakan kategori sampling yang biasa disebut judgemental sampling. Ketika menggunakan
purposive sample, peneliti
menggunakan pengetahuan khusus atau keahlian mengenai beberapa kelompok untuk
memilih subyek yang merepresentasikan populasi (Berg & Lune, 2012, p.52).
Subjek dalam penelitian ini adalah tutor kelompok TPQ dengan anggota kelompok
kelas perjilid. Jelaskan mengenai populasi, sampling dan teknik pengambilan
sampling dalam satu paragraf ini. Jangan lupa sebutkan mengenai jumlah populasi
dan samplingnya. Jika memakai metode kualitatif, silahkan jelaskan mengenai
sasaran penelitian dan unit analisis. Bahkan, kriteria informan (jika
menggunakan).
Analisis Data
Menurut Huberman dan Miles (1994) dalam Berg & Lune
(2012, p.55-56) menjelaskan bahwa
analisis data terdiri atas tiga alur kegiatan yang terjadi secara
bersamaan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi.
Peneliti melakukan triangulasi teori dari DeVito mengenai hambatan komunikasi
secara bersamaan ketika melakukan analisis data.
Temuan Data
Hambatan Fisik
Hambatan fisik didominasi oleh suasana ramai yang
disebabkan oleh kehadiran anak-anak dari kelompok kelas lain. Ragam usia yang
berbeda mengakibatkan anak-anak peserta bimbel susah untuk diatur. Jumlah tutor
dan volunter yang tidak sebanding dengan jumlah anak juga turut menjadi
hambatan. Adapun anak-anak dari kelompok kelas lain juga tampak sering mengganggu
dengan mengajak bicara ataupun bercanda dengan tutor dan anggota kelompok kelas
PAUD kelas atau jilid lainnya .
Hambatan Fisiologi
Hambatan fisiologi terlihat saat antara tutor dengan
anggota kelompok kelas PAUD hingga jilid Vl kesulitan mendengar suara satu sama
lain sehingga sering ditemukan mereka saling berteriak. Teriakan-teriakan ini
merupakan bentuk hambatan fisiologi yang dapat menghambat isi pesan yang
dikomunikasikan.
Hambatan Psikologi
Hambatan psikologi nampak pada konsentrasi tutor dan
anggota kelompok kelas jilid TPQ yang tidak fokus. Seperti suka bercanda ketika
di tengah-tengah bimbel, tidak memperhatikan satu sama lain, emosi mood yang labil, perasaan bosan terhadap
pelajaran, kecenderungan anggota kelompok kelas jilid TPQ terhadap suatu
pelajaran tertentu dan menolak materi pelajaran lain.
Hambatan Semantik
Hambatan ini nampak ketika terjadinya kesalahan pemahaman
persepsi di antara tutor dengan anggota kelompok kelas jilid TPQ madrasah.
Kesalahan pemaknaan game contohnya, game dimaksudkan oleh tutor untuk
mencairkan suasana, menarik perhatian anak-anak kelompok jilid TPQ agar mau
belajar. Namun, yang terjadi adalah anak-anak kelompok justru memanfaatkannya
untuk bermain dan tidak mau belajar.
Analisis dan Interpretasi
Hambatan komunikasi dalam penelitian ini terjadi dalam
aktivitas bimbingan belajar antara tutor dengan kelompok TPQ.
Situasi tempat bimbel yang tidak kondusif
Dalam satu kali pertemuan bimbel terdapat 3 kelompok kelas
yang melaksanakan aktivitas bimbel. Kelompok-kelompok kelas tersebut terdiri
atas kelompok kelas PAUD (anak usia belum sekolah sampai kelas TK), kelompok
kelas jilid I –VI dan kelompok kelas SMP. Jumlah anak yang hadir dalam satu
kali pertemuan bimbel berkisar kurang lebih 40 anak yang terbagi dalam 8
kelompok kelas tersebut. Pertemuan bimbel dilaksanakan di tempat yang berukuran
kurang lebih 7 x 4 meter persegi (panjang dikali lebar) dengan tinggi kurang
lebih 3,5 meter persegi. Ukuran ruangan tersebut dipadati oleh sekitar 40 anak
dan 15 pengajar (8 tutor, 7 volunteer).
Pada observasi keempat tanggal 21 Juni 2015, Vira terlihat mengipas wajahnya
ketika sedang mendengarkan Adit berbicara. Hambatan ini sejalan dengan apa yang
disampaikan oleh DeVito (2009, p. 12-14) yang menyatakan bahwa hambatan fisik
meliputi segala aktivitas eksternal yang mengganggu penyampaian pesan di antara
komunikator dan komunikan.
Kehadiran anak-anak bimbel dari kelompok kelas lain menjadi
pemicu aktivitas eksternal yang menghambat aktivitas bimbel kelompok kelas
jilid yang dibimbing oleh Agus Salim. Anak-anak tersebut dapat secara mudah
mengganggu kelompok kelas lain untuk sekadar bermain, berbicara maupun
bercanda.
Keadaan Psikologis Tutor dan Anggota Kelompok
Faktor internal seseorang mempengaruhi bagaimana bimbel
berlangsung. Faktor internal seseorang merupakan keadaan psikologis seseorang.
ini tampak dialami Nadia ketika berkomunikasi adalah melamun.
Dalam temuan data ini, ketika dikonfirmasi kepada Nadia,
Nadia tidak menyadari bahwa mengapa ia suka melamun ketika mengikuti bimbel.
Adit menambahkan bahwa Nadia merupakan anak di kelompoknya yang paling sering
diam, tidak aktif bertanya, maupun kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang
diajukan padanya. Vivi dan Vira juga beberapa kali menegur Nadia karena terlalu
diam (pasif). Pada saat Nadia diam, ia tampak sedang melamun atau melihat objek
lain dengan sorot mata kosong. Secara tidak sadar, Nadia memberikan sinyal
bahwa ia belum siap untuk berinteraksi di dalam kelompok sehingga hal ini
mengakibatkan interaksi antara Nadia dengan Adit dan kedua temannya berkurang.
Hambatan psikologis lain yang nampak dalam aktivitas bimbel
kelompok kelas jilid TPQ yang dibimbing oleh Agus Salim adalah keinginan
bercanda yang terlalu sering. Adit maupun ketiga anaknya sering mengajak
bercanda satu sama lain. Faktor ini yang membuat Vira, Vivi, dan Nadia ingin
tetap diajar oleh Agus Salim di jenjang
kelas berikutnya. Namun, hal tersebut membuatnya kehilangan fokus untuk
mengajar mereka melainkan hanya unuk bercanda dan menghibur mereka.
Keinginan bercanda pada kelompok kelas jilid TPQ ini
sejalan dengan pendapat DeVito (1997: p. 203) yang menyatakan bahwa salah satu
bahasa sentuhan (touch communication)adalah
bercanda. Bercanda memiliki makna bahwa sentuhan seringkali mengkomunikasikan
keinginan kita untuk bercanda, dengan perasaan kasih sayang ataupun secara
agresif. Bila kita mengkomunikasikan afeksi atau agresi dengan cara bercanda,
emosi akan kendur dan ini mengisyaratkan kepada orang lain untuk tidak
memandangnya terlalu serius. Sentuhan canda memeriahkan interaksi.
Dalam komunikasi kelompok, Agus Salim sebagai pemimpin
kelompok memiliki fungsi. Sebagai seorang pemimpin kelompok, Agus Salim perlu
menjaga suasana di dalam kelompoknya tetap berorientasi kepada tugas dan tujuan
kelompok. Namun, Agus Salim juga perlu membiarkan adanya hal-hal topik
pembicaraan lain seperti bercanda di dalam proses komunikasi kelompok dengan
intensitas yang tidak terlalu sering atau lama. Misalnya ketika ketiga anak
bimbingnya sedang berbicara sendiri satu sama lain, Agus Salim perlu untuk
menegur mereka supaya kembali pada jalur pembicaraan mengenai topik pelajaran.
Namun juga sesekali perlu untuk membiarkan mereka berbicara di luar konteks
pelajaran agar proses komunikasi tidak kaku.
Fungsi Agus Salim sebagai pemimpin kelompok sejalan dengan
pendapat DeVito (1997:
p. 329-330) yang menyatakan bahwa salah satu fungsi
pemimpin kelompok adalah menjaga para anggotanya berada pada jalurnya. Banyak
orang yang bersifat egosentris dan hanya akan memaksakan keinginan dan masalah
mereka sendiri. Dalam hal inilah diperlukan peran pemimpin untuk mengarahkan
para anggotanya tetap berada pada jalur pembahasan. Selain itu pemimpin
kelompok memiliki fungsi untuk memastikan kepuasan anggota. Para anggota
memiliki kebutuhan dan keinginan psikologis yang berbeda, dan banyak memasuki
kelompok justru karena kebutuhan dan keinginan ini. Salah satu cara untuk
memastikan kebutuhan ini bagi pemimpin adalah mengizinkan adanya komentar yang
menyimpang dan pribadi, dengan asumsi komentar itu tidak terlalu sering atau
terlalu lama.
Dalam berkomunikasi dengan ketiga anak bimbingannya, Agus
Salim menunjukkan sikap yang humoris, empatik dan peduli kepada mereka sehingga
ketiga anak bimbelnya nyaman dan tertarik mengikuti kelompok. Namun sifat
komunikasi ini seharusnya hanya dipergunakan untuk menarik minat anak-anak yang
ia bimbing, bukan sebagai tujuan utama komunikasinya. Sifat komunikasi tersebut
hanyalah alat yang digunakan supaya dapat mencapai tujuan komunikasi yang sudah
ditetapkan.
Tujuan komunikasi kelompok kelas bimbel menurut Rokhmat,
ketua tutor adalah untuk membuat anak-anak bimbel menjadi lebih pintar dalam
hal akademis sehingga mereka dapat memiliki masa depan yang lebih baik daripada
orang tua mereka. Tujuan ini sejalan dengan pendapat Naim (2011: p. 118) yang
menyebutkan bahwa visi memberikan manfaat bagi guru untuk diterjemahkan dalam
aksi nyata. Agus Salim seharusnya fokus pada visi yang dinyatakan oleh Rokhmat
terkait tujuan bimbel ini diadakan sehingga Agus Salim sebagai pemimpin
kelompok tidak hanya dapat menarik perhatian mereka saja namun juga dapat
membimbing mereka menjadi anak yang pintar dalam hal akademis sehingga memiliki
masa depan yang lebih baik.
Keadaan psikologi seseorang dapat mempengaruhi pemikiran
maupun tindakannya dalam berkomunikasi dengan orang lain. Dalam proses
komunikasi yang terjadi pada aktivitas bimbel kelompok yang dibimbing oleh Agus
Salim sebagai tutor, keadaan psikologis ini dapat muncul. Adit sebagai tutor
dapat memiliki prasangka maupun praduga pemikiran kepada anggota kelompok
kelasnya yaitu Vivi, Vira, dan Nadia. Menurut DeVito (2009, p. 12-14), hambatan
psikologis merupakan hambatan dalam sebuah komunikasi yang terjadi secara
kognitif atau hambatan yang terjadi pada taraf mental individu sebagai pelaku
komunikasi. Hambatan psikologis dapat berupa praduga pemikiran, pemikiran yang ke
mana-mana, prasangka, pemikiran yang tertutup, dan tingkat emosional yang ekstrem.
Pada observasi pertama tanggal 24 Mei 2015, ketika Agus
Salim sedang mengajar materi jilid 3, ketiga anak bimbingannya tampak begitu
gaduh tidak berkonsentrasi belajar. Seperti bercanda satu sama lain, menggoda Agus
Salim, berbicara sendiri, maupun melamun. Respon Agus Salim sebagai tutor
mereka justru nampak tidak menaruh perhatiannya secara serius kepada tindakan
ketiga anak bimbingnya itu. Agus Salim cenderung membiarkan mereka melakukan
apa yang mereka ingin lakukan. Ketika diwawancarai, Agus Salim menyatakan bahwa
ia merasa lelah karena ketiga anak bimbingnya tidak mau belajar. Tindakan Agus
Salim tersebut secara tidak langsung
VHGDQJ
‡PHQJHMHN· NHWLJD DQDN ELPELQJQ\D GHQJDQ WLGDN PHQJKLUDXNDQ pembicaraan mereka.
Berdasarkan letak pemukiman dan pekerjaan kedua orang tua
Vivi, Vira dan Nadia, mereka merupakan anak-anak yang berasal dari keluarga
berekonomi rendah. Ketika diwawancara, Agus Salim menyebutkan bahwa ketiga
anaknya tersebut berasal dari keluarga kurang berada, membutuhkan kasih sayang,
dan bahkan ada satu anak yang suka mengumpat apabila ia kaget yaitu Vira. Dari
pernyataan Adit tersebut sebenarnya tanpa disadari ia sedang memposisikan
mereka lebih rendah daripada posisinya sehingga ia sering mengacuhkan atau
tidak menghiraukan mereka ketika mereka berbicara sendiri.
Secara psikologis, Agus Salim membangun konstruksi pesan di
pikirannya bahwa ketiga anak bimbingnya merupakan perempuan dari keluarga
berekonomi rendah yang pembicaraannya tidak bermakna; menggosip, mengomel,
merengek, merongrong.
Ketika diwawancara, Agus Salim menyatakan bahwa ketiga anak
bimbingnya memiliki perbedaan karakter. Ia menyebutkan Vivi dan Vira merupakan
anak yang cerewet. Namun Vivi diakuinya lebih cerewet daripada Vira. Sedangkan
Nadia diakuinya tidak banyak bicara saat bimbel. Lebih lanjut Adit menambahkan
materi yang diperbincangkan ketiga anak bimbingnya hanya seputar bercanda dan
menggosip sehingga ia tidak menaruh perhatian kepada perbincangan mereka.
Bentuk dari praduga pemikiran Agus Salim ini sejalan dengan
Teori Kelompok Bungkam dari Houston dan Kramarae (dalam West & Turner, hal.
206-207: 2008) yang menyatakan bahwa anggota-anggota kelompok yang
termarginalkan (berdasaran kemampuan ekonomi rendah atau gender, maupun warna
kulit) dibungkam dan dianggap sebagai penutur yang tidak fasih. Selanjutnya,
mereka menambahkan ada beberapa metode yang digunakan untuk mencapai kekuasaan
yang berdampak pada kebungkaman. Salah satunya dengan mengejek. Mereka
menyatakan bahwa
SHPELFDUDDQ SHUHPSXDQ GLUHPHKNDQ ‡3ULD PHPEHULNDQ ODEHO WHUKDGDS
pembicaraan perempuan sebagai mengoceh, menggosip,
mengomel, merengek,
PHURQJURQJ +HQWLNDQ RFHKDQ LWX · 3ULD VHULQJ NDOL
PHQJDWDNDQ SDGD perempuan bahwa mereka berbicara mengenai hal yang tidak
bermakna.
Tutor berperan dalam menanggapi Hambatan Komunikasi
Dalam temuan data sebelumnya, ketiga anak bimbing Agus
Salim ini menyatakan bahwa mereka ingin diajar kembali oleh Agus Salim ketika
beranjak ke jilid 3. Berdasarkan pengalaman mereka selama diajar oleh Agus
Salim, mereka bercerita bahwa Agus Salim merupakan kakak yang baik, suka
memberi, dan lucu.
Keinginan ketiga anak bimbel Agus Salim ini sejalan dengan
pendapat Soekartawi (1995:
p. 32-34) yang menyebutkan bahwa tutor yang mampu membuat
atau memberikan humor agar siswa yang belajar tidak merasa bosan dan supaya
dimaksudkan agar topik bahan ajar yang diberikan dapat diterima dengan baik.
Dengan humor
PHPEXDW VXDVDQD ‡KDQJDW· DWDX ‡DNUDE· GDQ
PDPSX PHQGRURQJ VLVZD XQWXN
melakukan motivasi agar siswa senang dan dapat menyerap
bahan ajar dengan baik. Di sisi lain, seorang tutor juga harus mampu menyamakan
persepsi dengan anggotanya. Seperti terlihat pada penelitian yang dilakukan
oleh Sisvianda (2013) yang menyebutkan bahwa terdapat hambatan dalam komunikasi
yang dialami pendamping ketika mengkomunikasikan Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-Mpd) yaitu adanya perbedaan persepsi dengan
sebagian masyarakat.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh Agus Salim ketika
diwawancarai, ia menyatakan bahwa saat mengajar tutor tidak boleh kaku, harus
dapat berimprovisasi menyampaikan materi pelajaran dengan cara yang menarik
perhatian minat belajar anak. Misalnya dengan membahas materi pelajaran melalui
games. Dalam hal ini Agus Salim
mencoba untuk menyamakan persepsinya dengan persepsi ketiga anak bimbelnya
dengan cara bersikap tidak kaku, berimprovisasi dalam menyampaikan pesan.
Persepsi ketiga anak bimbingannya ini menganggap bimbel sebagai tempat untuk
bercanda, bermain, bebas berteriak. Terlihat saat ketiga anak bimbel Agus Salim
yang ditanya, mereka menyebutkan bahwa mereka suka ke tempat bimbel karena di
tepat bimbel dapat bercanda dengan Agus Salim dan mereka menyatakan bahwa Agus
Salim merupakan kakak yang lucu, namun tidak pintar dengan nada bercanda.
Dalam hal ini, Agus Salim melakukan apa yang disebut empati
oleh Naim (2011: p. 48) yang menyatakan bahwa empati adalah sesuatu yang perlu
diperoleh dari orang lain sehingga komunikasi bisa efektif karena ada kesamaan
sudut pandang antara komunikator dan komunikan. Agus Salim sebagai komunikator
berusaha menyamakan sudut pandang mengenai belajar dengan komunikannya yaitu
ketiga anak bimbingnya. Terlihat ketika pada observasi pertama tanggal 24 Mei
2015. Ketika itu Agus Salim sedang berusaha membujuk ketiga anak bimbingannya
agar mau belajar materi jilid 3. Namun, ketiga anak bimbing Agus Salim menolak
untuk belajar. Mereka mendesak Agus Salim agar bimbel diisi dengan bermain
bukan untuk belajar sehingga Agus Salim menyiasati dengan menyusupkan materi jilid
3 ke dalam game.
Anak menolak Pesan yang tidak disukai dalam
Bimbel
Materi pelajaran yang paling disukai oleh ketiga anak
bimbel Agus Salim adalah bercerita. Hal ini menjadi persoalan bagi Agus Salim
karena ketiga anaknya sering menolak belajar apabila ia tidak mengajarkan
pelajaran materi bercerita. Ketika Agus Salim mengajar materi pelajaran bercerita,
ketiga anak bimbingnya lebih mau untuk berkonsentrasi dan aktif belajar.
Sementara apabila bukan pelajaran bercerita, mereka cenderung berusaha
mengalihkan perhatian Agus Salim dengan mengajaknya bercanda, bermain,
berbicara, bahkan mereka tidak segan suka meneriaki Agus Salim.
Hambatan yang muncul ketika Vivi, Vira, dan Nadia menolak
pesan yang hendak disampaikan oleh Agus Salim. Salah satu faktor yang
mempengaruhi ketiga anak bimbing Agus Salim berani menolak pesan materi
pelajaran yang hendak disampaikan oleh Agus Salim sebagai tutor mereka adalah
karena kohesi kelompok yang tinggi. Menurut McDavid dan Harari (dalam Rakhmat,
1991: p. 163-164) menyatakan bahwa kohesi kelompok diukur dari ketertarikan
anggota secara interpersonal pada satu sama lain, ketertarikan anggota pada
kegiatan dan fungsi kelompok dan sejauh mana anggota tertarik pada kelompok sebagai
alat untuk memuaskan kebutuhan personalnya. Sementara itu, Cragan, Kasch, &
Wright (2009: p. 9-18) menambahkan salah satu karakteristik kelompok kecil
adalah time. Beberapa orang sudah
saling berkomunikasi sebelum mereka menjadi sebuah kelompok.
Hubungan antara Vivi, Vira, dan Nadia sudah terjalin erat
sejak sebelum Agus Salim menjadi tutor mereka di kelompok jilid TPQ pada awal
tahun 2015. Vivi dan Nadia merupakan teman satu sekolah. Sedangkan rumah Vira
dan Vivi berdekatan. Hal ini membuat ketiga anak bimbel Agus Salim memiliki
hubungan pertemanan yang akrab. Hal ini membuat mereka memiliki semangat
kelompok yang tinggi, hubungan interpersonal yang akrab, kesetiakawanan, dan
perasaan
‡NLWD· \DQJ GDODP +DO LQL \DQJ PHQGRURQJ
DQJJRWD NHORPSRN XQWXN LNXW ELPEHO
Salah satu implikasi dari komunikasi kelompok yang kohesif
menurut Bettinghaus (dalam Rakhmat, 1991: p. 164-165) terkait konteks pesan
merupakan ancaman kepada kelompok, kelompok yang lebih kohesif akan lebih
cenderung menolak pesan dibandingkan dengan kelompok yang tingkat kohesinya
rendah. Pesan yang
berupa materi pelajaran di luar cerita. Sehingga ketiga
anak bimbing Agus Salim yang merasa sudah nyaman berada di dalam kelompok kelas
jilid TPQ dapat mudah menolak pesan yang tidak dikehendaki oleh mereka. Hal ini
menjadi hambatan dalam komunikasi yang dialami Agus Salim ketika hendak
mengajar materi selain matematika.
Simpulan
Terkait hambatan komunikasi dalam aktivitas bimbingan
belajar (bimbel) antara tutor dengan kelompok anak kelas jilid TPQ di perum Gcc
Masjid Al Amin, tidak terdapat hambatan komunikasi antara anak yang bersekolah
formal sekaligus juga mengamen dengan anak yang bersekolah formal saja.
Lingkungan fisik di tempat bimbel, keadaan psikologis, dan penolakan pesan dari
anggota kelompok, menjadi hambatan dalam komunikasi kelompok kelas jilid.
Lingkungan fisik di tempat bimbel seperti kehadiran anak-anak dari kelompok
kelas usia PAUD sampai kelompok kelas jilid TPQ membuat suasana menjadi gaduh.
Suasana gaduh ini membuat komunikasi antara tutor dengan ketiga anak kelompok
kelas jilid TPQ menjadi terhambat.
Setting tempat
bimbel juga turut menjadi faktor yang dapat menghambat komunikasi dalam
aktivitas bimbel kelompok kelas jilid TPQ. Di dalam tempat bimbel, antar
kelompok kelas dipisahkan hanya berdasarkan tempat duduk kelompok masing-masing
tanpa penyekat. Hal ini membuat anak-anak dari kelompok kelas lain memiliki
akses yang leluasa untuk dapat berlari, bermain, mengganggu kelompok kelas
lain, dan sebagainya.
Keadaan psikologis anggota dan tutor kelompok kelas jilid
TPQ turut memainkan peranan penting dalam aktivitas bimbel yang dilaksanakan.
Pertama tampak dari sorot mata. Anggota yang memiliki ketertarikan dengan
tutornya cenderung akan melakukan kontak mata. Apabila anggota jarang melakukan
kontak mata, hal tersebut mengisyaratkan bahwa ia secara sengaja ataupun tidak,
sedang mengurangi kemungkinan untuk berinteraksi atau bahkan belum siap untuk
berinteraksi dengan tutor maupun anggota yang lain. Hal ini perlu diperhatikan
oleh para tutor sehingga tutor dapat mencari cara agar anak-anak yang ia
bimbing mau untuk berinteraksi dengan satu sama lain.
Salah satu bentuk dari situasi psikologis seseorang adalah
keinginan untuk bercanda. Dengan bercanda, suasana bimbel di dalam kelompok
menjadi cair; tidak kaku. Namun apabila intensitas bercanda di dalam kelompok
lebih banyak daripada membahas materi topik pelajaran dapat membuat konteks
komunikasi menjadi teralihkan ke topik candaan.
Prasangka atau praduga pemikiran yang salah membuat
komunikasi terhambat. Misalnya pemikiran tutor yang meremehkan atau menganggap
anak bimbingannya lebih rendah daripada dia dan menganggap perbincangan mereka
sebagai hal yang tidak penting. Pemikiran tersebut membuat tutor secara tidak
sadar akan tidak menyimak apa yang diperbincangkan oleh anak yang dibimbingnya.
Dampak dari hal ini adalah anak mengalami kesulitan untuk terbuka menceritakan
pengalaman mereka kepada tutornya.
Kehadiran tutor kelompok kelas lain dan sanak saudara
anggota kelompok dapat menghambat komunikasi aktivitas bimbel kelompok kelas jilid
TPQ. Hubungan yang dekat antar tutor membuat mereka dapat saling berbicara
maupun bercanda satu sama lain. Selain itu kehadiran sanak saudara membuat
anggota kelompok tidak dapat berkonsentrasi penuh kepada aktivitas bimbel.
Konsentrasi anggota kelompok terbagi karena di satu sisi mereka harus belajar
dan di sisi lain mereka harus menjaga sanak saudaranya.
Topik materi pelajaran tertentu menjadi salah satu hal yang
menghambat komunikasi kelompok kelas jilid TPQ di perum Gcc Masjid Al amin Cikarang
Bekasi. Terlihat ketika anggota lebih menyukai materi pelajaran tertentu. Hal
ini membuat mereka cenderung untuk menolak belajar ketika bukan materi
pelajaran yang disukai oleh mereka. Adapun buku materi pelajaran sekolah
tematik menjadi faktor penghambat tutor ketika mengajar anggotanya.
Pertama yang perlu diperhatikan adalah antar anak dalam
kelompok memiliki field of experience dan
yang berbeda. Antara anak satu dengan yang lainnya memiliki pengalaman
berbeda-beda. Pengalaman komunikasi mereka khususnya dapat mempengaruhi
bagaimana mereka berkomunikasi sekarang.
Daftar Referensi
Berg & Lune. (2012). Qualitative
Research Methods for the Social Sciences.Unites States of America: Pearson
Education, Inc.
Cragan, Kasch, Wright. (2009). Communication in Small Groups: Theory, Process, Skills, International Student Edition. Boston:
WadsworthCengage Learning
DeVito, Joseph A. (2011). Komunikasi
Antarmanusia (alih bahasa: Ir. AgusMaulana M.S.M.). Tangerang: Karisma
Publishing Group.
Effendy,
Onong. U. (2000). Ilmu, teori dan
filsafat komunikasi. Bandung : PTCitra Aditya Bakti.
Effendy,
Onong. U. (2003). Ilmu, teori dan
filsafat komunikasi. Bandung : PTCitra Aditya Bakti.
Mulyana,
Deddy. (2007). Ilmu Komunikasi Suatu
Pengantar. Bandung: PTRemaja Rosdakarya
Myers & Anderson. (2008). The Fundamentals of Small Group Communications. United States of
America: Sage Publication, Inc.
Naim,
Ngainun. (2011). Dasar-dasar Komunikasi
Pendidikan. Jogjakarta: ArRuzz Media.
Rahman,
Aisyah A. (2011). Penggunaan Media Gambar
dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Kelas VI SD Negeri I Peusangan Bireuen Aceh.Madrasah,
Vol. 3 No. 2 Januari-Juni 2011
Rakhmat, J.
(1991). Psikologi Komunikasi Edisi
Revisi. Bandung: PT RemajaRosdakarya.
Pimpinan
Pusat Majelis Pembina Taman Pendidikan Al Qur’an An Nahdliyah (2008) PEDOMAN
PENGELOLAAN TAMAN PENDIDIKAN ALQUR’AN METODE CEPAT TANGGAP BELAJAR AL QUR’AN AN
NAHDLIYAH. Tulung Agung Pimpinan Pusat Majelis Pembina Taman Pendidikan Al
Qur’an An Nahdliyah.
Sisvianda,
Devina K. (2013). STRATEGI KOMUNIKASI
PENDAMPING PNPM-MPD DALAM UPAYA PEMBERIAN PEMAHAMAN PROGRAMKEPADA MASYARAKAT
(Studi pada
Kegiatan SPP di Desa KemuningLor, Kecamatan
Arjasa-Kabupaten Jember). Universitas Brawijaya,Malang
Soekartawi.
(1995). Meningkatkan Efektivitas
Mengajar. Jakarta: PT DuniaPustaka Jaya.
Yin, Robert K. (2009). Case
Study Research: Design and Methods – 4th Edition.California:
SAGE Publications, Inc.
West, R. & Turner, L.H. (2008). Pengantar Teori Komunikasi: Analisis danAplikasi, Edisi 3. Jakarta:
Penerbit Salemba Humanika.
Yodmani,
S., & Hollister, D. (2001). Disasters and CommunicDWLRQ 7HFKQRORJ\
3HUVSHFWLYHV from Asia. Second Tampere
Conference on Disaster Communications (pp. 28-30)
Selasa, 10 November 2020
Konferensi MWC NU Cikarang Utara Tahun 2020 Sukses Digelar
Dalam sambutan beliau mengutarakan "Acara kali ini diadakan bukan tanpa sebab namun, karena saya pribadi sebagai Rois syuriah MWC NU Cikarang Utara mendapatkan mandat langsung secara lisan dan tulisan bahkan ditelpon beberapa kali oleh pengurus PBNU yaitu Abah KH. Abdul Manan pasca acara konfercab NU Bekasi beberapa minggu yang lalu karena sesuatu hal yang sama-sama kita ketahui. Jadi mengingat ini penting sekaligus intruksi alhasil sebagai bentuk ta'dzim sami'na wato'atan santri dengan Guru/kiai yang notabenya sebagai pimpinan pusat di PBNU terkait konfercab MWC NU tingkat kecamatan agar segera membentuk karakteker struktural ketua tanfidziyah MWC NU Cikarang Utara. SK MWC dan SK PC NU langsung dari PBNU sebab karateker konfercab PCNU Bekasi sebagai penanggung jawabnya Abah KH. Abdul Manan. Dan sehubungan dengan personil calon ketua tanfidz dan pengurus inti sudah dipersiapkan yaitu Ust Sukirman, H. Budi dan Ust Abdul Jalil Sos, harapannya ketua terpilih agar merangkul yang dibawah dan berupaya selalu blusukan istilah di NU TURBA (Turun Bawahan) hadir diberbagai kegiatan struktur, kultur ataupun banom NU tingkat ranting". Pungkas beliau sebelum tutup sambutan.
Tanggapan pertama dari ketua tanfidz Tanah Baru, disusul Ust Ismet, sahabat Robert ketua Ansor Cikarang Utara, dan perwakilan dari IPNU PAC Cikarang Utara terkait system pemilihan dan keluh kesah dan terkait harapan kedepan untuk NU untuk Cikarang Utara hususnya hingga Kabupaten semua perwakilan sambutan senada agar NU Cikarang Utara lebih baik lagi dan menjadi contoh bagi para anak banom NU lainnya.
1. Ust Abdul Djalil : Katib Syuriah
2. Ust Sukirman : Ketua Tanfidziyah
3. H. Budi Kuswanto : Bendahara
Waktu menunjukan pukul 23.30 acara selesai ditutup dengan do'a yang dipimpin langsung KH. Ihsanudin Al Batawiy selanjutnya ramah tamah makan bersama yang sudah dipersiapkan tuan rumah.
#Salam Ngopi Nusantara
Minggu, 20 September 2020
Laporan Pertanggung Jawaban DKM Al Amin
LAPORAN
PERTANGGUNG JAWABAN
PENGURUS DKM MASJID AL AMIN Perum GCC Blok F08 Rt 16/11 Cikarang
PERIODE Tahun 2014 - 2017
Disampaikan pada SERTIJAB (Serah Terima Jabatan) dan Laporan
Pertanggung Jawaban Pengurus DKM Al Amin perum Grand Cikarang City Blok F08 Rt
16 Rw.11 Karang Raharja Cikarang Utara Bekasi Jawa Barat.
Laporan
Pertanggung Jawaban Pengurus DKM Al Amin di susun Oleh Rokhmat dan pengurus DKM Al Amin periode 2014 – 2017 Pada hari sabtu Tanggal 11
November 2017 di Masjid Al Amin dan disampaikan ke warga pada Hari Ahad tanggal
26 November 2017 di Masjid Al Amin
1.
Rokhmat : Ketua
2.
Nur Rokhmat : Sekertaris
3.
Nurudin : Bendahara
4.
Syuaib Yulianto : Bidang Dakwah Dan Ubudiyah
5.
Aris Faturokhman : Bidang PHBI
6.
Amat Fatorochman : Bidang PHBI
7.
Agus Salim : Bidang Pembinaan Remaja
8.
Mujia : Bidang Sarana
Prasarana
9.
Irfan Zamani : Bidang Humas
10. Amir
Hasan :
Bidang Humas
11. Wahyudi : Jama’ah/Warga
DAFTAR
ISI
I . PENDAHULUAN
II . LATAR
BELAKANG DKM AL AMIN PERUM GCC
III . KONDISI INTERNAL
DKM AL AMIN
IV . SRUKTUR
ORGANISASI DKM AL AMIN
V . KESEKERTARIATAN
VI . BIDANG
PERBENDAHARAAN
VII . BIDANG UBUDIAH/DAKWAH
VIII. BIDANG PENDIDIKAN
IX . BIDANG
SARPRAS
X . DATA ASET DKM AL AMIN
XI . PROGRAM YANG
BELUM OPTIMAL
XII . KENDALA YANG DI HADAPI
XIII. DOCUMENTASI dan LAMPIRAN
XIV. PENUTUP
I.
PENDAHULUAN
بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu’alaikum Warokhmatullahi Wabarokatuh
Alhamdulillahirobbil’alamin Puji syukur senantiasa kita panjatkan kehadirat Allah SWT yang senantiasa melimpahkan Rahmat serta taufik hidayahnya serta nikmat dan karunianya kepada kita semua hingga kita masih mampu mengarungi dunia yang fana ini dengan satu misi yaitu sebagai khalifah di muka bumi, melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.
Sholawat serta salam kita sanjungkan kepada baginda alam yang paling mulia dan paling pantas di mulyakan oleh yang maha mulia yaitu sayyidina wa habibina wa maulana Muhammad s.a.w serta kepada ahlul baitnya dan para sahabat-sahabatnya dan semoga kita semua di akui umat beliau hingga ahir zaman dan semoga kita mendapat syafaatnya di ahirat kelak nanti Amiin ya robbal alamin
Ada ayat dalam al-quran yang
memerintahkan umat islam untuk selalu memakmurkan masjid terdapat dalam surat
At taubat ayat 18.
مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِيْنَ أَنْ يَعْمُرُ وَاَمَسَاجِدَاللهِ
شَاهِدِيْنَ عَلَی اَنْفُسِهٜعَلَی
اَنْفُسِهِمْ بِلْكَفِرِ اُوْلٓئِكَ حَبِطَتْاَعْمَا لِهِمْ وَفِیْ النَّارِهُم
خَالِدُوْنَ اِنَّماَيَعْمُرُ مَساَجِدَاللهِمَنْ آمَنَ بِاللّهِوَالْيَوْمِالآخِرِوَأَقَامَالصَّلاَةَوَآتَزَّكاَةَوَلَمْ
يَخْشَ الاّالله َفَعَسَأُوْلٓئك أنْ يَكُوْنَمِنَ الْمُهْتَدِينْ.
Artinya ”Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah yang beriman
kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat
dan tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah ,maka merekalah yang termasuk
golongan orang-orang yang selalu mendapatkan petunjuk dari Allah ta’ala. ( QS.At
Taubah : 18 )
Pertama-tama kami ingin menyampaikan terima kasih kepada jamaah masjid dan warga atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk
mengemban tugas sebagai pengurus DKM masjid Al Amin periode tahun 2014-2017 dan di percaya sebagai ketua DKM Al Amin.
Setelah selama tiga tahun mengelola organisasi, kini tiba
saatnya bagi pengurus masa bakti 2014-2017 untuk melaporkan kepada sidang rapat Jamaah yang terhormat seluruh hasil
kerja kami selama mengemban amanah ini.
Waktu tiga tahun ternyata belum cukup untuk mewujudkan
mimpi-mimpi dan
rencana-rencana serta harapan-harapan yang coba kami buat ketika pertama kali menerima kepercayaan mengurus organisasi keDKMan. Begitu banyak keterbatasan yang kami miliki,
sementara begitu besar tantangan yang harus dihadapi.
II.
LATAR BELAKANG DKM AL AMIN
Pada awal muncul pembangunan
Perum Grand Cikarang City pada tahun 2009 dari sekian warga mulai menempati
tempat tinggal masing-masing dan dalam satu perumahan sekian besarnya belum
memiliki sarana tempat ibadah karena
dari pihak pengembang belum memfasilitasi sarana tempat ibadah atau masjid di
wilayah perumahan khususnya RT 16/11 warga yang baru terbentuk kepengurusan RT
yaitu RT 16/11 sebagai Rt Bapak Agus Ridwan. Struktur pengurus RT 16 waktu itu Bapak
Ghufron dan saya (Rokhmat) di posisikan sebagai seksi kerohanian.
Memasuki bulan ramadhan
mengadakan sholat tarawih bertempat di lapangan futsal. Program yang berjalan
hanya mengadakan tahlil keliling ke rumah-rumah.
Tahun 2010 warga mengajukan fasos untuk sarana tempat ibadah di wilayah RT 16 dan
munculah susunan kepengurusan DKM. sebagai ketua DKM Pak Ghufron dan sebagai
wakil saya pribadi (Rokhmat) dan sekertaris Asep Dhani (sudah pindah) dan bendahara Ahmad (sudah pindah).
Pengajuan fasos sarana tempat
ibadah alhamdulillah di setujui. Pada hari
Ahad Tanggal. 01-Mei - 2011
dengan modal dana sebesar Rp. 18.000.000 pembangunan start awal di
lakukan prosesi Peletakan Batu Pertama
dan berikut mengadakan acara Maulid Nabi Muhammad s.a.w program PHBI perdana.
Alhamdllah acara prosesi
peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh KH. Dasuki Harun pengasuh ponpes
AL ISLAH kali ulu sesepuh tokoh di wilayah Cikarang dan di hadiri oleh KH. Jamaludin
Nawawi sebagai eksekusi penunjuk arah kiblat beliau putra dari KH. Raden Ma’mun Nawawi pendiri PONPES
BAQIYATUSSHOLIHAT cibogo, penyusun kitab
Idho’ul mubhamat ,kitab i’anatu Nasik berisi kajian fikih ,kitab Al taisir fi
falak.dll
|
Masjid Al Amin Tempo dulu tahun |
Dengan membuat bangunan yang
sederhana berbentuk bedeng di pertengahan pembangunan dana habis hutang di toko
matrial sudah mulai banyak. Walhasil pembangunan sempat tersendat terlebih
pengurus mulai beberapa personil mengundurkan diri (Asep dhani sebagai sekertaris dan Pak Ahmad sebagai
bendahara pindah tugas kerja) dan pak Ghufron (karena banyak tugas dan
menyelesaikan studynya) pak Ghufron mengamanahkan kepada saya sebagai wakil
agar melanjutkan kepengurusan DKM, selanjutnya kita berupaya beberapa kali kita
mengadakan syuro dengan pengurus seadanya. Bagaimana caranya melanjutkan
pembangunan tanpa ada panduan AD ART.
Sedikit singkat cerita awalnya
saya kedatangan tamu yang tidak saya kenal hingga terjadilah perbincangan
ternyata beliau adalah seorang Dzuriyyah/Ahlul bait/ Habib (keturunan Rasul saw)
nama beliau Habib Mukhsin Bin Abu Bakar Al Athos dari Bekasi di dalam obrolan tersebut
beliau memantau keadaan sekitar ada pembangunan
masjid beliau iba dan peduli menawarkan untuk membantu proses pembangunan
Masjid Al Amin.
Awalnya saya pesimis karena
melihat tampilan tidak ada kesan orang dermawan namun saya coba berusaha khusnudzon
ke beliau. Walhasil saya berkonsultasi kepada ulama setempat dan di berikan referensi
melalui Habib Jafar Bin Abdullah Al Hadi (pengajar
pertama Taklim rutin di masjid Al Amin setiap ahad bada maghrib ) dan
beberapa para ulama dan Asatidz dan saya
di sarankan untuk menemui Habib Mukhsin Al Athos dan Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq
pengasuh PonPes Al Khoirot Pengasinan Bekasi. Selanjutnya kita sowan di antar
sama Ustdadz H. Sofyan (kala itu beliau belum mengajar taklim rutin di wilayah Dkm
Al Amin) dan Kang Firdaus.
Alhamdulillah sama Habib Muhammad
Bin Ahmad Vad’aq di respon baik beliau
berkunjung ke perum GCC wilayah Al Amin dan beliau bersedia untuk membantu
melanjutkan pembangunan masjid Al Amin yang sempet tertunda.
Habib Ja’far Bin Abdullah Al
Hadi dan
Habib
Muhammad Bin Ahmad Vad’aq ,wasilah beliau
Masjid Al Amin
terbangun
Selanjutnya koordinasi dengan Pak
Kasirun Dhani ketua pembangunan terkait pembangunan selanjutnya akan di progres
dari donatur dengan demikian gambar desain yang sudah diprogres kemungkinan
tidak sesuai rencana. Alhamdulillah pak Dhani legowo dan meridhoi serta
mempersilahkan.
Sembari proses pembangunan Program
ubudiyah tetep berjalan walaupun hanya beberapa personil pengurus.
Dalam kurun waktu kurang lebih
10 bulan pembangunan telah rampung . Namun DKM Al Amin mempunyai tunggakan
hutang di toko matrial kisaran
Rp.40.000,000,. Dan hutang sama CV yang mengerjakan atap masjid Al Amin
sebesar Rp.12.000,000 Rupiah lebih 3 bulan Dkm tidak setor bayar hutang saya beberapa kali didatangi devcolector suruhan yang punya
toko matrial dan dari CV. Baja ringan, mengingat ikhtiar belum dapat solusi saya
tawarkan sertifikat rumah buat jaminan
kami dari DKM pasti bayar bahwa namun dari pihak toko matrial tidak mau
menerima hingga akhirnya saya konsultasi ke Habib Muchsin ahirnya saya di ajak
patungan sama Habib Mukhsin untuk bayar hutang. Habib mukhsin punya motor
satu-satunya mau di jual, saya mau gadaikan surat rumah buat patungan bayar
hutang, namun sebelum laku di jual alhamdulillah hutang di toko matrial di lunasi
oleh Habib Muhammad Bin Ahmad Vad’aq. Dan hutang di CV. Atap baja ringan di tanggung
sahabat saya saudara Ilham Pamungkas warga Rt 16.
Note : Besar
biaya dalam proses pembangunan saya tidak tahu persis
Karena bantuan dari donatur dalam
bentuk matrial & tukang.
Pada awal tahun 2014 terjadi perombakan
kepengurusan karena ada pengajuan dari beberapa kepengurusan RT dan warga berasumsi
melihat masjid terkesan monoton dengan asumsi masjid programnya terkesan konsep
pribadi walhasil di adakan Resavel kepengurusan namun belum ada kesiapan dari
warga yang mau untuk menggantikan sebagai ketua Dkm Al Amin.
Proses resuvle tetap dilanjutkan
yaitu pemilihan ketua Dkm dengan system aklamasi. Waktu itu di forum rapat
sudah ada penawaran yang bersedia mencalonkan jadi ketua Dkm, namun tidak yang
ada bersedia ahirnya team perumus berkonsultasi dengan dewan guru alhasil
kembali saya di sarankan oleh para Dewan guru dan kesepakatan warga yang hadir
kala itu agar melanjutkan kembali jalannya kepengurusan demi menjalankan tugas
dari Guru akhirnya dengan personil pengurus di perbanyak dan memunculkan AD ART
karena sebelumnya belum mempuyai patokan landasan pedoman dalam berorganisasi
terkait keDKMan. Namun penyusunan AD ART belum maksimal karena berbagai kendala
tentang pemahaman tentang struktur Ta’mir masjid walhasil di panding.
III. KONDISI INTERNAL DKM AL AMIN
Sebagaimana diketahui saat awal kepengurusan di mulai
dari penunjukan kami selaku ketua DKM masjid Al Amin periode tahun 2014-2017 yang di dasarkan
pada Surat Keputusan DKM Masjid Al Amin Nomor 001/DKM1
Sekr/V/2014
tertanggal 05
April 2014 yang berlaku sejak tanggal 01 Mei 2014, hingga 3 (tiga) tahun kedepan.
Di awal kepengurusan,
kami membentuk struktur organisasi dengan menunjuk jamaah masjid Al Amin sebagai
pengurus untuk membantu kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
Dalam proses perjalanan waktu ternyata ada beberapa personil pengurus
yang tingkat keaktifannya tidak maksimal bahkan cenderung dapat di katakan sebagai
tidak aktif sama sekali. Dan juga ada di antaranya yang mengundurkan diri karena kesibukan di
tempat kerjanya dan berbagai alasan. Namun bukan berarti dengan kurang aktif dan mundurnya beberapa pengurus kemudian kegiatan tidak berjalan, Alhamdulillah
semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik dan berjalan lancar sesuai yang
diharapkan. Hal ini karena pada setiap
kegiatan-kegiatan dari program harian, mingguan, bulanan dan tahunan dari
beberapa teman-teman yang setia masih bertahan untuk melanjutkan kepengurusan
yang tidak bertumpu pada orang per orang
melainkan kerja sama dan
kebersamaan antar sesama jamaah.
Dari pengurus internal muncul gagasan dengan bentuk saran terkait job desc dalam AD ART agar lebih difungsikan sehingga ini membuat kami memutuskan syuro
untuk melanjutkan pemantapan dalam penyusunan AD ART alhamdulillah terselesaikan walaupun belum maksimal sesuai harapan.
Respon positif berupa kritik dan saran membangun muncul
kembali dari internal
pengurus sekitar pada bulan Ramadhan 2017 bahwasanya kepengurusan di DKM Al Amin di terkesan tidak ada
perkembangan atau kemajuan sama sekali menyarankan supaya di adakan pergantian pengurus dengan nuansa figur
ketua yang lain.
Namun mohon maaf belum langsung segera
kami tindak lanjuti sempat tertunda tiga bulan ke belakang karena harus
mengkondisikan program yang sudah kami susun dengan matang dengan seksi Bidang
Dakwah dari sebelum bulan ramadhan yaitu agenda program tahunan (Halal Bi Halal, Idul
qurban, Istighosah Dirgahayu NKRI ke 72 dan Tahun Baru Hijriah )
Pada
tanggal 24 september 2017 hari sabtu,bertempat di balai warga RT 16 waktu 19,30
s/d selesai menindak lanjuti kritikan dan saran tersebut di atas di bentuk panitia pemilihan ketua DKM baru. Dan pada
tanggal 30 September 2017 bertempat di selasar Masjid Al
Amin di adakan
pemilihan ketua DKM dengan system musyawarah. Bapak Andi Roy dari Rt 17sebagai
ketua pelaksana pemilihan ketua DKM AL AMIN Periode 2017 s/d 2020 M di hadiri seluruh
Dewan Guru (Ustadz H. Sofyan Ln ,Ustadz Abdul Djalil S.Sos, Ustadz Ismatullah)
dan Ketua FKDKM ( Forum Komunikasi Dewan Kemakmuran Masjid ) Ustadz Ukon Adi
Harja serta di hadiri warga RT 16 dan RT 17 Perum GCC blok F, dengan calon ketua ( Pak Agus Salim,
Pak Andi
Handoko,
Pak Amat Fatorochman).
Acara pemilihan ketua DKM AL AMIN Periode 2017-2020
sudah terealisasikan dengan cepat
Ketua DKM AL
AMIN Terpilih periode 2017-2020 Bp.Amat
Fattorokhman
Alhamdulillah proses jalannya pemilihan ketua DKM Al Amin
berjalan sangat hikmat dan berjalan lancar ketua terpilih secara mufakat yaitu
Bapak Amat Fatorochman. Selanjutnya kami pengurus DKM Al Amin di forum ini menyampaikan permohonan maaf yang sebesar—besarnya karena
tidak bisa mengemban amanah.
Perlu kami sampaikan bahwa sebagai organisasi sosial kemasyarakatan
semua kegiatan yang dilakukan pengurus didasari atas keikhlasan dan
kerelaan hati masing-masing individu dalam karena berpatokan khoirunnas
anfauhum linnas ”Orang yang paling
terbaik di mata Allah adalah orang yang bermanfaat untuk orang lain.’’
IV.
STRUKTUR ORGANISASI PENGURUS DKM MASJID AL AMIN PERUM GCC BLOK F08. RT
16/11 KARANG RAHARJA CIKARANG UTARA
DEWAN
GURU : Ust H.
Sofyan
Ust Ismatullah
Ust
Abdul Djalil
KETUA : Rokhmat
WK
KETUA :
Rahmat Albar
( Mengundurkan Diri)
SEKERTARIS 1 : Nur
Rokhmat
2 :
Slamet
BENDAHARA 1 : Nurudin
2 : Tata
Muttaqin
BIDANG DAKWAH : Ghufron
: Andi Handoko
: syuaib Y.
: Aris faturokhman
: Amat Fattorochman
: Firdaus
: Hari W
BIDANG SARPRAS : Ade Swarsa ( mengundurkan diri )
: Budi komara
: Andi Iskandar
: Kadrio
: Riyanto
: Tohir
: Mujio
: Agus Riyanto
BDNG PENDIDIKAN : Agus salim & Team
: pengajar TPQ
Nurul
Hasanah Annahdliyyah
BIDANG REMAJA :
Adzim Muttaufik
: Agus Salim
: Jamil
HUMAS
: lrfan zamani
: Amir
: Ansori
: Dedy
BIDANG FATAYAT : Ibu Khusnul Khotimah
Ibu Khumroh dan
MT MIFTAHUL
INSAN
Jajaran Pengurus
DKM Al Amin Periode 2014-2017
Bersama K.H.Zaki
Abdullah dan Para Dewan Guru DKM Al Amin
Visi Dkm Al Amin
Meningkatkan ketaqwaan kepada
Allah s.w.t serta mewujudkan masjid sebagai pusat pelayanan, pembinaan dan
pemberdayaan ummat menuju masyarakat yang berahlakul karimah.
Misi Dkm Al Amin
1. Memasyarakatkan masyarakat amar
ma’ruf nahi mungkar di kalangan masyarakat, menumbuh kembangkan kesadaran
saling tolong menolong, saling mengingatkan, saling menasehati , dalam
kebenaran dan dengan kesabaran.
2. Mengajak warga muslim untuk
selalu senantiasa melaksanakan sholat berjamaah ( di utamakan kaum ikhwan ) dan mengikuti berbagai kegiatan kajian
mengingat kewajiban seorang muslim dan muslimat dalam menuntut ilmu ( agama )
serta membangun kesadaran untuk tetap mengimplementasikan nilai-nilai islam
dalam setiap aktifitas.
3. Melayani seluruh kegiatan dalam
meningkatkan beribadah dan pembinaan ummat dengan tetap menjaga akidah
ahlussunnah wal jamaah Imam Asyairoh wal Maturidiy dengan Bermadzhab madzahibul
arba’a serta menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhwah wathoniyyah.
Sasaran strategis
Membangun kemakmuran masjid
bersama potensi ummat
Model pengelolaan Masjid Al
Amin
Untuk mencapai Visi dan misi
dan sasaran srategis di perlukan model pengelolaan Masjid denagn sasaran 3P
( Pelayanan, Pembinaan,
Pemberdayaan ) dan di jalankan dengan metode SMS (Silaturahmi, Musyawarah,
Sinergi )
V.
KESEKERTARIATAN DKM AL AMIN
Mengelola masalah
administratif, menyelenggarakan syuro (musyawaroh ) inventarisir aset DKM Al
Amin dsb .
Data inventarisir Administrasi
di antaranya :
1. Jumlah surat yang masuk : 60 lembar
( bentuk pemberitahuan,undangan,
dan rapat external )
2. Jumlah surat yang keluar : 54 lembar
( Undangan rapat,
pemberitahuan, undangan narasumber, undangan tabligh akbar serta himbauan )
3. Jumlah proposal keluar : 56 jilid proposal pembangunan dan
proposal PHBI
4. Jumlah proposal masuk :
14 jilid pengajuan permohonan dana
( Data terlampir )
HARI – HARI PENUH KARYA
Perjalanan waktu mengisahkan kabar tentang DKM Al Amin
yang berjibaku untuk melaksanakan berbagai program yang telah dirancang. Tiap
hari dan tiap pekan ada kegiatan mengorbankan waktu-waktu istirahatnya tenaga
finansalnya dan pemikiranya untuk memakmurkan masjid. Saya yakin tidaklah
mereka melakukan semua hal tersebut. Kecuali karena sangat cinta dan sayangnya
terhadap warga jama’ah masjid Al Amin. Namun waktu pun menceritakan tentang
kepengurusan DKM yang memiliki komitmen organisational yang berbeda beda
sehingga suatu masa di ambil suatu keputusan yang rasional yaitu pergantian
pengurus DKM Al Amin agar lebih optimal, dengan program kerja masing-masing
bidang di antaranya.
PROGRAM KERJA DKM
AL AMIN YANG SUDAH TEREALISASI SBB :
VI . PROGRAM BIDANG DAKWAH & UBUDIYAH
Sabda Rasulullah s.a.w
“Kewajiban mencari ilmu bagi
para muslim dan muslimat “
Sabda Rosulullah s.a.w :
” utlubul ilma
minal mahdi ilal lahdi ”
( Tuntutlah ilmu sejak dari ayunan hingga liang lahat )
Ada sabda Rosulullah s.a.w yang
lain
” Utlubul ilma
walau kana bainaka wabainahu bakhru minannari ”
Artinya ” tuntutlah ilmu meskipun di antara kamu dan ilmu terbentang lautan api
”
Pada setiap masjid dan wilayah desa perum
dan lainya wajib ada seorang ahli agama (seperti Ustadz, Kyai, atau Alim ulama lainya) yang
mengajar dan memberi pemahaman kepada mereka mengenai masalah – masalah agama.
Rasul s.a.w Bersabda ” Barang siapa
menguraikan al quran dengan akal pikiranya sendiri ( Tanpa Guru ) dan merasa
benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan ( HR.Ahmad )
Dari Ibnul Mubarak Berkata ”
Sanad merupakan dari Agama ,kalaulah bukan karena sanad ,maka pasti akan
bisa berkata siapa saja yang mau dengan siapa saja yang di inginkanya ”
Imam Syafi’i R.a berkata ” Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru
Bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar di gelapnya malam ,ia membawa
pengikat kayu bakar yang terdapat padanya Ular berbisa dab ia tidak Tahu ” (
Faidul Qodir juz 1 Hal.433 )
Al Imam Abu Yazid Al Busthamiy R.a Berkata ” Barang siapa tidak memiliki susunan Guru
dalam Bimbingan Agamanya ,Tidak Ragu lagi Niscaya Gurunya Syaitan ( Tafsir
Ruhul Bayan juz.5 Hal 203 )
Rasulullah s.a.w Bersabda memerintahkan agar Umat Berpegang pada jama’ah Mayoritas
Dari Anas R.a bliau Berkata ”Anas mendengar beliau Bersabda ” Sesungguhnya Umatku tidak akan bersepakat pada aku kesesatan oleh karena itu.Apabila kalian melihat terjadi
perselisihan maka ikutlah kelompok mayoritas ” ( HR.Ibnu Majah no.3950 Abd bin Humaid dalam
musnadnya 1220.& At Thabrani dalam musnad Al syamiyyin 2069 )
Dari beberapa keterangan tersebut
di atas jelas terkait pengadakan program kajian untuk hal beribadah sangat
penting seluruhnya kita sangat hati-hati dan selektif dalam memilih guru/ narasumber,
walhasil alhamdulillah para dewan guru yang ada di masjid Al Amin dan para narasumber
yang pernah kita undang untuk mengisi kajian terkait sanad ilmu beliau-beliau
semua insya Allah nyambung sampai dengan kanjeng Rasul dan bisa di pertanggung
jawabkan secara tertulis dan pembuktian. Demikian sedikit ulasan terkait rujukan
keilmuan dalam pembelajaran dalam bidang sanad guru di Dkm Al Amin
Berikut Beberapa Kajian Taklim Rutin
yang di adakan di Masjid Al amin :
Ø DZIKIR & KAJIAN KELILING GANG SEPEKAN SETIAP
MALAM JUMAT
Kegiatan
Ini berawal sekitar tahun 2009 dari seksi
kerohanian Rt 16 yaitu Bapak Ghufron acara dilaksanakan pada hari kamis malam Jumat
waktu bada isya s/d selesai berjalannya waktu dari pengurus mengadakan syuro evaluasi
mengingat beragam warga atau masyarakat berasal dari daerah yang berbeda beda
sehingga ragam kaifiyah dzikir tahlil tidak sama selanjutnya pengurus Dkm
meminta kepada dewan guru Ustadz Sofyan untuk membuat kaifiyah dzikir dan tahlil
ragam Bekasi (jawa barat) atau di sesuaikan dengan tempat tinggal kita sekarang.
Setelah sudah mendapatkan kemudian di sosilaisasikan dengan memperbanyak
kaifiyah draft tahlil dan menyusun draft konsep pembawa acara serta sambutan
tuan rumah/yang mewakili dengan maksud siapapun di persilahkan belajar bareng
untuk mimpin tahlil dan pembawa acara. Dan merubah tempat yang awalnya di rumah
ke rumah di ganti di gang-gang warga Rt setempat karena berbagai hal.
Untuk itu mengingat alokasi tempat
kajian yang awal di rumah-rumah warga berganti di gang warga, pengurus mempersiapkan
beberapa logistik untuk mensuport program tersebut yaitu dengan mempersiapkan perlengkapan
sebagai berikut :
1. Lampu penerang jalan
2. Terpal
3. Meja Guru
4. Piring
5. Sound system
6. Draft pembawa acara,kaifiyah
tahlil dan doa
7. Buku surat yasin (
kondisional hajat tuan rumah )
8. Kitab Maulid ( kondisional hajat tuan rumah )
Program dzikir dan tahlil
keliling adalah upaya pendekatan kepada masyarakat dengan metode silaturahim
sembari di adakan dzikir dan ta’lim mengingat pada waktu itu semua adalah warga
pendatang dan tidak tahu asal usul masing
masing satu dengan yang lain.
” Sample draft kaifiyah tahlil Ragam Bekasi dan draft
pembawa acara ”
Selanjutnya pengurus
berkeinginan biar gak terkesan monoton agar di adakan kajian kitab dan mengajukan
ke Ustadz Sofyan untuk mengisi kajian di malam jumat keliling yang di alokasikan di gang-gang sekitar Rt 16 dan Rt
17 dan acara tsb berkoordinasi dengan ketua Rt setempat yang awalnya dirumah-rumah
di ganti alokasinya di gang gang warga alhamdulillah bliau bersedia meluangkan waktu untuk
mengisi kajian sampai dengan sekarang..
Kitab yang di khatamkan Kajian & Dzikir keliling Gang
sbb :
1. Hadist Arbain nawawi dengan
Kitab syarah Al Wafi
Kitab kary : Syeikh Abdul Fattah Al Qodhi
2. Syarah Tafsir Yaasin
Kitab karya : Syeikh Muhammad Idris Bin Abdul
Rauf Al Marbawi
2. Syarah Nasoikhu Dinniyyah
Kitab kary
: Habib Abdullah Bin Alwi Al Haddad
Note : belum
khatam
3. Durushul Fiqhiyyah
Kitab kary : Assayid Habib Abdurrahman Bin Saggaf
Bin Husein Assegaf
Note : Belum
khatam
”Jadwal Dzikir & ta’lim keliling Gang DKM Masjid
Al Amin ”
Ø KAJIAN SEPEKAN SETIAP MALAM RABU
( Narasumber Al Ustadz H. Sofyan )
Kajian malam rabu berawal di
masjid Al Amin yaitu narasumber Ustadz H. Sofyan materi awal tahsin dan hafalan
surat-surat pendek dengan maksud memunculkan kader Imam sholat rowatib dan
persiapan Imam sholat tarawih karena kala itu belum mempunyai kader imam untuk
sholat rawatib dan sholat tarawih dan alhamdllah acara kegiatan berjalan lancar
walaupun di ikuti hanya beberapa jamiah yang ikut kajian bareng namun akhirnya
materi tahfidz di pindah di hari sabtu pagi bada subuh s/d slesai dan materi
malam rabu di ganti dengan kajian kitab.
Kitab yang di khatamkan kajian malam Rabu yaitu :
Kitab Syarah qhomitughyan Su’ubul Iman
karya : Syeikh Nawawi Bin Umar
Berjalanya waktu karena ada
beberapa hal Ustadz H. Sofyan menyarankan mulai bada Idul fitri tahun 2015 kajian
sepekan setiap malam rabu berpindah ke kediaman Ust H. Sofyan yaitu :
Hari : Selasa malam Rabu selesai
Tempat : Ust H.Sofyan Blok F07 Rt 16
Acara : Kajian dan Dzikir
Ratib Al Haddad
Materi : Syarah Bulughul maram
( kitab Misbahudzulam )
Karya : Hadratusyeikh K.H Muhajirin Amsar
Addari
”kajian
malam Rabu di kediaman Ust.H.Sofyan”
Ø KAJIAN SEPEKAN SETIAP MALAM SABTU
( Nara
sumber : Ustadz Ismatullah )
Tempat
: Masjid Al Amin
Waktu
: Bada Maghrib s/d selesai
Awalnya pengajian umum bulanan
malam senin bersama Habib Ja’far Al Hadi beliau pengajar pertama di masjid Al
Amin berjalannya waktu kondisi masjid
dalam pembangunan Tahap awal istirahat sejenak dan habib jafar mereferensikan Ust
Ismatulllah untuk melanjutkan kajian & di rubah berganti hari Jumat Malam Sabtu Bada maghrib s/d selesai..
Kitab yang Sudah
di Khatamkan di Kajian Hari Jumat Malam Sabtu sbb :
1.
Syarah qhomiuttughyan
Karya : Syeikh muhammad Nawawi bin Umar
2. Syarah Ta’limu Ta’alim
Karya :
Syeikh Burhan Al Din Ibrahim Al Zarnuji Al Hanafi
3. Nashoikhul Ibad
Karya :
Syeikh Muhammad Nawawi Bin Umar Al Jawi
Note : Belum
khatam
4. Fatkhul Muin syarah Iana
Tholibin
Karya :
Sayyid Abu Bakar Bin Muhammad Zainal Abidin Syatha
Note : Belum khatam
5. Syarah Tijan Darori ( Usuludin/
Akidah)
Karya
: Syeikh Ibrohim Al Bajuri
Note
: Belum khatam
Materi Kitab Kajian Rutin sepekan Malam Sabtu Di Masjid
Al Amin
Ø KAJIAN BULANAN BAPAK-BAPAK MALAM JUMAT KE 3
( Narasumber : Ustadz Abdul Djalil )
Tempat
: Gang Warga
Waktu : Bada Isya s/d slesai
Kajian rutin malam jumat
bulanan malam jumat ke 3 beralokasi di gang warga sekitar Rt 16 dan Rt 17 agenda
acara sbb :
dzikir dan kajian rutin
Sumber kitab : Tankihul Qaul
Karya : Syeikh Nawawi Al Bantani
Ø KAJIAN BULANAN IBU-ibu MT.Miftahul Insan DKM AL AMIN
( Narasumber :
Ustadz Ismatullah )
Hari : Sabtu malam ahad
Waktu : Bada Maghrib s/d slesai
Tempat : Gang warga Rt 16/17
Narasumber : Ustadz Ismatullah
Sumber kitab : Fatkhul ghorib
” Suasana kajian
bulanan ibu2 Malam ahad MT Miftahul Insan”
Ø KAJIAN BULANAN IBU2 MT Miftahul Insan DKM AL AMIN
Hari : Ahad
Waktu : 09.00 s/d slesai
Tempat : Masjid Al Amin
Narasumber : Ustadzah Euis Siti Wahidah
Sumber kitab : Uqudul jain
& Safinatunnajah
Ø KEGIATAN RUTIN SEPEKAN MT Miftahul Insan DKM AL AMIN
Waktu : Bada maghrib s/d slesai
Hari : Sabtu malam ahad
Tempat : Gang warga Rt16/17
Acara : Yasin,Tahlil,Asmaul Husna
BEBERAPA PROGRAM RUTIN SEPEKAN DAN BULANAN YANG SEMPAT
BERJALAN DAN TERHENTI SBB….
Ø
Dzikir Ratib Al Haddad dan pembacaan Maulid Al Barzanji
Waktu : Bada subuh s/d slesai
Hari : Ahad
Tempat : Masjid Al Amin
Ø
Kajian kitab kaf Rawi ( ilmu Nahwu )
Waktu :
Bada subuh
Hari :
Setiap Hari
Tempat :
Masjid Al Amin
Narasumber : Ust
H.Sofyan
” Kajian Ilmu Nahwu setiap hari bada subuh”
Ø
Pembekalan Para Pengajar TPQ Nurul Hasanah DKM AL AMIN
Waktu : Bada subuh s/d slesai
Hari : Sabtu pagi
Tempat : Masjid Al Amin
Narasumber : Ust
H.Sofyan
”pembekalan
para pengajar TPQ Nurul Hasanah DKM AL AMIN”
Ø
Taklim Bulanan Bada Subuh umum
Waktu : Bada subuh s/d slesai
Hari : Ahad pagi
Tempat : Masjid Al Amin
Narasumber : KH.Mukhtar
Ghozali Syah
Ø Tahlil & Maulid keliling Remaja & anak2
Waktu : Bada maghrib s/d slesai
Hari : Senin malam selasa
Tempat : keliling rumah para santri
NOTE :
SELURUH MATERI KAJIAN RUTIN YANG MENENTUKAN DEWAN
PENGAJAR
( Mengingat Guru/Orang Tua lebih faham menu yang harus di suguhkan ke murid
)
KEGIATAN
BAKTI SOSIAL YANG PERNAH TEREALISASI SBB
:
@. Santunan
yatim piatu dan Duafa
@. Baksos Bencana
Banjir di daerah karawang batu jaya & daerah karang Raharja kali ulu & sekitar
koordinasi dengan keRtan dan kelurahan.
” Baksos DKM feat RT16 korban bencana banjir desa karang raharja ”
PHBI ( PERINGATAN HARI BESAR ISLAM )
Pengurus akan memaparkan kegiatan-kegiatan yang
berlangsung selama masa kepengurusan dalam kurun waktu 3 (Tiga)
tahun 2014-2017 dan sebelumnya Secara kuantitas kegiatan-kegiatan rutin
PHBI semuanya telah berhasil terlaksana dalam beberapa tahun berjalan sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan yaitu:
Perayaan Maulid Nabi Muhammad s.a.w
Acara tersebut di
kondisikan oleh
seksi Dakwah Bidang PHBI yaitu :.
1.Pak Amat fattorochman
2.pak Aris F
3.pak Firdaus
4.pak Andi Handoko
5.pak Syuaib Yulianto
“ Suasana perayaan Maulid Nabi Muhammad
s.a.w “
NOTE :
Perayaan PHBI MAULID NABI S.A.W
FKDKM Gabungan
seluruh DKM se GCC
Perayaan Isra Miraj Nabi Muhammad s. A.w
( Documentasi Terlampir Acara Tersebut di kondisikan oleh
seksi Dakwah Bidang PHBI
1.Pak Amat Fatorochman
2.Pak Aris Faturokhman
3.Pak Firdaus
4.Pak Andi Handoko
5.Pak Syuaib Yulianto
Pelaksanaan Acara PHBI Isra miraj Nabi
Muhammad saw
Dzikir & Do’a Malam Nisfu Sya’ban
Agenda acara tahunan yaitu pada waktu bada magrib pada
malam Nisfu Syaban dengan membaca surat yasin tiga kali dan ditutup dengan Do’a
Nisfu Sya’ban. Setelah selesai melakukan dzikir dan doa bersama malam Nisfu Syaban
di lanjutkan pawai obor oleh para santriwan santriwati dan pengajar TPQ Nurul Hasanah
“Tarhib
Ramadhan TPQ Nurul Hasanah Annahdliyyah”
KEGIATAN BULAN RAMADHAN
“
Marhaban ya syahro Romadhaon marhaban syahro siyami
“
Di dalam bulan
suci ramadhan ada sekian banyak program kegiatan me ngingat di bulan tersebut anjuran
memperbanyak amal ibadah karena bulan penuh berkah untuk itu Ketua & Seksi
Bidang Dakwah berkoordinasi mempersiapkan konsep persiapkan minimal dua bulan
sebelum memasuki bulan ramadhan, hal hal yang harus di perhatikan sebelum
memasuki bulan sbb :
Ø Menyusun jadwal dan berkoordinasi dengan Narasumber kesediaan
untuk pengisi acara program bulan Ramadhan yaitu :
”Meeting dengan Bidang
Dakwah minim 1 Bulan sebelum bulan ramadhan”
1. Pembukaan Sholat Tarawih perdana
2. Narsumber Kultum
3. Narasumber Nuzulul Qur’an
4. Narasumber Ifthor jamai/ Bukber
5. Narasumber Kuliah Subuh
6. Imam dan Khotib Sholat Idul Fitri
7. Nara sumber Halal Bi Halal
Ø Membuat konsep jadwal para Imam tarawih, muadzin dan bilal
sholat tarawih ( sample jadwal terlampir )
Ø Mengevaluasi dan memunculkan kader Imam dan bilal sholat
tarawih yaitu remaja dan anak-anak santriwan TPQ Nurul Hasanah
Ø Mempersiapkan anggaran oprasional khusus kegiatan bulan ramadhan
yang di alokasikan untuk :
1. Bisyaroh
All Narasumber Program
2. Hadiah apresiasi kinerja All pengurus
3. Hadiah
Dedikasi para Dewan Guru
4. Hadiah
Dedikasi para pengajar TPQ
5. Hadiah
Dedikasi yang bantu-bantu 5K di masjid
6. Penyediaan
Ta’jil Buka puasa setiap Hari di masjid
7.
Penyediaan air botol dan gelas mineral minim 50 dus untuk sebulan
NOTE : Satu minggu sebelum memasuki bulan ramadhan
di adakan BBM ( Bersih Bersih Masjid )
|
|
|
|
Ø
Menyusun Panitia Zakat Fitrah ( BAZIS )Untuk mempermudah bagi para warga
/jamaah yang mau zakat fitrah panitia bekerja sama berkoordinasi dengan para pedagang beras sekitar wilyah DKM
Al Amin untuk mensuport kebutuhan beras artinya mempermudah bagi warga yang
akan menunaikan zakat tidak perlu membawa beras dari rumah masing-masing tinggal
membeli kepada PANPEL Zakat fitrah di masjid Al Amin. pelaksanaan mulai
penerimaan zakat fitrah di mulai pada minggu pertama memasuki bulan Ramadhan dan
zakat di distribusikan mulai dua hari menjelang hari raya hingga malam hari
raya idul fitri..
”
panpel siap2 mendistribusikan zakat fitrah ke mustahik ”
Berikut ini program-program kegiatan Di Bulan Ramadhan :
Ø Tarhib Ramadhan ( Pawai Obor )
Ø Pembukaan Tarawih perdana & Narasumber yang pernah mengisi
acara :
·
Habib jafar bin Abdullah Al Hadi
·
Ustadz Ismatullah
·
KH. Syarifudin
Ø Tadarus Al Quran setiap Bulan Ramadhan
Ø Kultum Sepekan sebelum melaksanakan sholat tarawih
berjamaah setiap malam sabtu dan malam ahad
Narasumber pernah mengisi acara :
● Ustadz Ismatullah
● Ustadz Abdul Djalil
● Ustadz Hasan
● Ustadz Ridwan
● Ustadz
Saifullah
Ø
Ifthor jamai/Buka puasa Bersama seluruh jamaah masjid Al Amin
Narasumber pernah mengisi Acara :
● Ustadz Abdul Fattah
●
Ustadz Abdul Jalil
●
Ustadz Misbah
” Ifthor Jama’i agenda tahunan bulan ramadhan
”
Ø Kuliah subuh
setiap ahad pagi
Narsumber yg pernah mengisi :
● Ustadz Husin
dari Kali Ulu
● Ustadz
Ismatullah
● Ustadz Maftukhin
Nuzulul Qur’an malam 17 Ramadhan
Narasumber yang pernah mengisi
● Ustadz Abdul fattah
● Ustadz
H.Sofyan
”
Agenda bulan Ramadhan Nuzulul Qur’an ”
Ø Pelaksanaan
Sholat Idul Fitri
Narasumber yang mengisi khotib :
● KH.Syarifudin
● Ustadz
Ismatullah
● Ustadz Abdul
Djalil
” Sholat
Iedul Fitri bekerja sama DKM Al Amin & DKM Baitul Muttaqin ”
” Berikut Lampiran Draft Bacaan Bilal
sholat Tarawih yang di Revisi ”
” Beberapa
kali Draft bacaan bilal Sholat Tarawih di Revisi ”
Ø
Halal bi Halal Three in one Rt 16/
Rt 17
Dalam pelaksanaan Halal Bi Halal Dkm Al Amin dari tahun
2015 berkoordinasidan bekerja sama mengadakan Halal Bi Halal gabungan dengan
ketua Rt setempat yaitu Rt 16 dan Rt 17 dan terkait anggaran juga saling suport
dari total anngaran Acara yang di butuhkan dibagi menjadi tiga lembaga
kepengurusan yaitu Dkm Al Amin ,Rt 16 & Rt 17.
Narasumber yang pernah mengisi :
● KH.Tajudin
Dari Bekasi
” Suasana Agenda Tahunan HALAL BI HALAL ”
Ø Perayaan Idul Qurban
( Documentasi
Terlampir )
Ketua & pengurus bidang PHBI menyusun kepanitiaan dan
menyusun konsep terkait system tata cara pelaksanaan Idul Qurban secara syar’i di
tunjang dengan mengadakan kajian khusus materi Idul qurban alhamdulillah di Dkm
Al Amin sudah bisa memunculkan buku panduan idul qurban secara syari yang pandu
oleh para dewan guru Dkm Al Amin dan dan mendapatkan referensi dan konsultasi
dengan beberapa ulama di bidangnya.dan dan mempersiapkan segala peralatan
logistik dari segala kebutuhan hingga selesai
( Documentasi dan buku panduan qurban
Dkm Al Amin terlampir dalam susunan kepanitiaan Idul Qurban ).
Alhamdulillah semoga bisa membantu dan di jadikan bahan referensi
hingga kepanitiaan berikutnya.
” Sample doc suasana Idul Qurban DKM Al Amin ”
Ø PERAYAAN DAN TASYAKURAN TAHUN BARU HIJRIYAH
Agenda tahunan di Dkm
Al Amin yang sudah berjalan di tahun baru Islam yaitu dengan mengadakan
dzikir dan do’a ahir tahun agenda kegiatan di awali :
Waktu : bada
Ashar ( 16.30 s/d
slesai)
Tempat : Masjid Al Amin
Acara :
● pembacaan
Dzikir Ratib Al haddad
● pembacaan Doa
Akhir Tahun
Di lanjutkan sholat maghrib berjamaah dan setelah selesai
melaksnakan sholat maghrib berjamaah lanjut dengan :
● Pembacaan
Dzikir Ratib Al Haddad
● Pembacaan Doa
Awal Tahun Baru Hijriah
Ø AGENDA PROGRAM TAHUNAN SELAIN PHBI DAN PROGRAM KAJIAN sbb
:
@. Tasyakuran,Istighosah,Dzikir & Do’a
Bersama Dirgahayu
Kemerdekaan
NKRI setiap
malam 17an
” Istighosah Dzikir dan Do’a DIRGAHAYU HUT
NKRI”
@. Khotmil Quran acara di laksanakan Setiap malam tahun
Baru Masehi
” suasana khotmil qur’an malam tahun baru
masehi ”
VI.SEKSI BIDANG PERBENDAHARAAN
Di awal munculnya kepengurusan DKM AL Amin pemasukan
anggaran oprasional adalah mengandalkan kotak infak di masjid, pengurus
mengadakan evaluasi. Selanjutnya untuk terkait anggaran oprasional menggunakn
infak bulanan dengan system sebar amplop ke warga alhamdulillah ada perubahan dari
pemasukan infak sebelumnya. Berjalanya waktu pada bada idul fitri tahun 2017 system
sebelumnya di ganti dengan system celengan yaitu GISMAS ( Gerakan Infak
Shodaqoh Untuk Kemakmuran Masjid ) dengan menyisihkan Rp.1000 Rupiah /Hari alhamdulillah
antusias warga infak semakin bertambah mengingat system yang baru ini lebih
efektif warga yaitu hanya menyisihkan uang Rp.1000 Rupiah /hari perubahan lebih
baik dari system sebelumnya..
” sosialisasi program
GISMAS ”
( Gerakan Infak Shodaqoh Sehari Seribu rupiah
untuk kemakmuran Masjid )
Laporan pemasukan
dan pengeluaran anggaran terlampir
VII.SEKSI BIDANG PENDIDIKAN
Mengingat Latar belakang para pengurus tidak mengetahui
satu sama lain terkait bidang keahliannya dalam mengelola pendidikan anak dan remaja
terlebih pentingnya dalam mencari ilmu parihal metodologi dalam pendidikan
anak-anak guna untuk memakmurkan masjid dan kader remaja yang agamis.
Untuk itu kami
mengajak para pengurus sama-sama belajar serta untuk memotivasi menambah
wawasan serta untuk bahan study banding guna meningkatkan kwalitas dalam
memakmurkan Masjid Al Amin dan masyarakt Gcc umumunya. Alhamdulillah kami mengirimkan
beberapa personil untuk mengikuti berbagai
Pelatihan sbb :
1.Diklat Calon pengajar TPQ Cepat Tanggap Cara Baca
Alqur’an Metode ANNAHDLIYYAH di perum
Grama puri 23,24,25 Desember Tahun 2014 selama 2 hari 1 malam
2. Pada Janaiz Tahun
pertengahan 2015 DKM AL AMIN Bekerja sama dengan Dkm Al Ikhlas dan Rw.11
mengadakan Diklat Daurah & Sebagai Narasumber Ustadz Ridho Jufri Dari DMI ( Dewan Masjid Indonesia )
3. Pada tanggal 24,25,26.Desember 2016 DKM AL Amin menjadi
Tuan Rumah mengadakan diklat calon pengajar TPQ
Metode An Nahdliyah dengan peserta
sekitar 135 sekitar wilyah Bekasi Gcc dan Cibitung.
”Pelaksanakan
Diklat calon pengajar TPQ cepat
Tanggap
Baca al quran Metode ANNAHDLIYYAH”
@. Dari DKM AL AMIN mengikuti DIKLAT LTM ( Lembaga Ta’mir
Masjid ) yang di selenggarakan oleh TEAM MUHARRIK LTM NU Pengurus Wilayah Jawa Barat
@. Pada awal Tahun 2017 pemunculan Nama TPQ di DKM AL AMIN yaitu
dengan Nama TPQ An Nahdliyah Nurul Hasanah.yaitu TPQ yang alhamdulillah sudah di
kukuhkan dengan cara membaca alquran Metode An Nahdliyah
KBM ( Kegiatan
Belajar Mengajar ) yang di adakan pada
Waktu : Bada Ashar s/d slesai dan
Bada Maghrib s/d selesai
Beberapa program kegiatan Remaja dan Anak2 adalah :
@. jamiah Hadroh Al Amin latihan setiap malam ahad dan malam kamis bada isya
“Jamiah hadroh TPQ Nurul Hasanah
Annahdliyah”
@. Majlis Tahlil dan maulid keliling Remaja dan anak2
setiap malam selasa waktu bada Maghrib s/d slesai.
“
Tahlil dan Maulid keliling Remaja dan
anak2
X . SEKSI BIDANG SARANA PRASARANA
1.
Program jangka panjang
Pengertian
Yang di maksud program jangka
panjang masjid Al Amin adalah pengembangan Masjid Al Amin , yang di latar belakangi tuntutan penyediaan sarana prasarana Masjid maupun
penyesuaian dengan rencana pembangunan yang berkelanjutan.
Tuntutan penyediaan prasarana
Sesuai dengan perkembangan keadaan terutama di lingkungan Masjid Al Amin
, pengurus Masjid Al Amin menetapkan untuk menyusun rencana panjang yang
meliputi :
a. Pengembangan bangunan Masjid Al Amin dari kapasitas
/daya tampung dari 135 jama’ah hingga mencapai 350 jama’ah
b. Pengembangan prasarana pendukung berupa
1. Sekretariat
2. Gedung TPQ/Madrasah
3. Pergudangan
4. Rak perpustakaan Dll
Untuk maksud tersebut, rencana panjang akan di susun secara komprehesif
dan memperhatikan faktor lingkungan masjid Al Amin , dengan menggunakan SDM
yang memadai dalam bentuk proposal
·
Tidak
menambah / merubah bangunan struktutal yang ada.
·
Penambahan
tempat wudlu ahwat
Teknis pelaksanaan
Renovasi akan di laksanakan secara bertahap denagn asas prioritas , di sesuaikan
kemampuan penyediaan anggaran pada setiap tahunnya , hal ini masih di
prioritaskan untuk mengatasi kebocoran atap bangunan area slasar ,renovasi
tempat wudlu, dan halaman.
“suasana kerja bakti pembuatan selasar masjid “
Tempat sholat ahwat dan pemindahan tempat wudlu ahwat
dan beberapa yang sudah terprogres dari seksi bidang dan
prasarana sbb :
2 .
Program Jangka Pendek
Pengertian
Program
jangka pendek masjid Al Amin adalah program yang lebih di utamakan untuk penyediaan
,perbaikan ringan atau pemeliharaan sarana
prasarana yang sangat mendesak ,tidak memerlukan dana yang besar dan
dapat di kerjakan dalam waktu singkat.
Sasaran :
Program
jangka pendek meliputi beberapa yang sudah terprogres :
“ PRO KER
JANGKA PENDEK YANG SUDAH TERPROGRES DKM AL AMIN ”
·
Pembuatan meja pengajian TPQ An Nahdliyah
Nurul Hasanah
·
Pembuatan meja Ustadz pengajar bapak-bapak
·
Pembuatan papan tulis besar
·
Penyediaan papa tulis kecil
·
Pembuatan lemari logistik
·
Pembuatan lemari sound system
·
Pembuatan lemari mekena
·
Pembuatan frame banner publikasi
·
Pembuatan troli logistik
·
Penyediaan lemari materi kitab ALL program kajian
·
Penyediaan rak alquran
·
Perbaikan sound system berkala
·
Pembuatan lampu emergency berkala
·
Perbaikan ALL lampu penerang dengan LED
·
Perbaikan kran wudlu berkala
·
Penyediaan kipas angin all ruangan tempat sholat
·
Program BBM (Bersih Bersih Masjid )
·
Perawatan penghijauan area masjid
·
Pengecatan masjid berkala
·
Penyediaan ALL logistik persiapan idul qurban
·
Penyediaan pewangi ruangan otomatis dan ( parfum roller non alkohol ) di
tiga titik secara berkala
·
Pembuatan mading program DKM
·
Penyediaan vacum cleaner
·
Penyediaan jam digital sholat rawatib
·
Penyediaan alat 5k ( sapu , alat pel,super pel dll )
·
Peyediaan Bedug
·
Penyediaan logistk terpal lampu utk mensuport kebutuhan taklim keliling Gang
bapak-bapak atau ibu-ibu.
·
Pembuatan gantungan peci / tas di area wudlu dan toilet
·
Penyediaan aqua gelas utk kebutuhan kajian rutin sepekan di masjid
·
Penyediaan air mineral galon untuk kebutuhan para santriwan &
santriwati TPQ dan umum
·
Penyediaan keranda jenazah yang bekerja sama dengan DKM AL AMIN,AL IKHLAS,
BAITUL MUTTAQIN
,RW 11.dan posisi keranda di masjid Al Ikhlas
·
Penyediaan stok kain kafan
@. Melanjutkan pembangunan yang sempat tertunda ALL area Masjid
Al Amin
XI. DATA ASET DKM
MASJID Al AMIN
|
N0 |
NAMA ASET |
JUMLAH |
SATUAN |
KETERANGAN |
|
1 |
BEDUG |
1 |
|
Hibah |
|
2 |
KOTAK
INFAK |
1 |
6
|
Masih berfungsi |
|
3 |
KIPAS
ANGIN |
1 |
7 |
Masih berfungsi |
|
4 |
LEMARI
KITAB |
1 |
1 |
Masih berfungsi |
|
5 |
RAK
BUKU |
1 |
1 |
Masih berfungsi |
|
6 |
MIMBAR |
1 |
1 |
Masih berfungsi |
|
7 |
LAMPU |
1 |
34 |
Masih berfungsi |
|
8 |
PAPAN
TULIS BESAR |
1 |
3 |
Masih berfungsi |
|
9 |
MEJA
NGAJI TPQ |
1 |
34 |
Masih berfungsi |
|
10 |
MEJA
NGAJI GURU |
1 |
2 |
Masih berfungsi |
|
11 |
DISPENSER |
1 |
2 |
Masih berfungsi |
|
12 |
TERPAL
TA’LIM KELILING |
1 |
2 |
Masih berfungsi |
|
13 |
SOUND
TA’LIM KLLNG |
1 |
3 |
2 Baik 1 service |
|
14 |
LEMARI
SOUND SYSTEM |
1 |
1 |
BAIK ( Belum di fungsikan) |
|
15 |
KAIN
HIJAB |
1 |
5 |
Masih berfungsi |
|
16 |
GOLOK |
1 |
2 |
Masih berfungsi |
|
17 |
PISAU |
1 |
10 |
Masih berfungsi |
|
18 |
KAPAK |
1 |
6 |
Masih berfungsi |
|
19 |
CUTTING
WHELL |
1 |
1
|
Masih berfungsi |
|
20 |
BATU
ASAHAN |
1 |
6 |
Masih berfungsi |
|
21 |
BAK
|
1 |
7 |
Masih berfungsi |
|
22 |
TIMBANGAN |
1 |
1 |
Masih berfungsi |
|
23 |
PIRING
LIDI |
1 |
50 |
Masih berfungsi |
|
24 |
LEMARI
RAK |
1 |
1 |
Masih berfungsi |
|
25 |
PIRING
KACA |
1 |
27 |
Masih berfungsi |
|
26 |
AL
QUR’AN |
1 |
34 |
Masih berfungsi |
|
27 |
DURUSHUL
FIQIH |
1 |
3 |
Materi kajian |
|
28 |
TA’LIMU
TA’ALIM |
1 |
1 |
|
|
29 |
TAFSIR
YASIN |
1 |
8 |
|
|
30 |
NASHOIHUL
IBAD |
1 |
2 |
|
|
31 |
NASHOIKHU
DINIYYAH |
1 |
2 |
Materi kajian sepekan Bapak2 |
|
32 |
TANQIHUL
QOUL |
1 |
2 |
|
|
33 |
KAF
RAWI |
1 |
2 |
|
|
34 |
MATAN
JURUMIAH |
1 |
7 |
|
|
35 |
MAULID
AD DIBA’ |
1 |
4 |
|
|
36 |
MAULID
SIMTUDDUROR |
1 |
2 |
|
|
37 |
BUKU
UMUM |
1 |
|
|
|
38 |
SAFINATUNNAJAH |
1
|
|
|
|
39 |
PANDUAN
KHOTIB |
1 |
|
|
|
40 |
MABADIL
FIQHIYYAH |
6 |
|
Materi Pengajian TPQ |
|
41 |
KHULASOH
NURUL YAKIN |
3 |
|
|
|
42 |
AQIDATUL
AWAM |
1 |
|
|
|
43 |
AHLAKUL
BANIN |
6 |
|
|
|
44 |
JILID
ANNAHDLIYYAH |
6 |
|
|
|
45 |
AL
QUR’AN /JUZ |
1 |
3 |
OKE |
|
46 |
KARPET
SHOFT |
3 |
20 |
OKE |
|
47 |
KARPET
IMAM |
2 |
1 |
OKE |
|
48 |
KARPET
SATUAN |
1 |
15 |
OKE |
|
49 |
MIC
WERLES |
1 |
3 |
OKE |
|
50 |
SPEAKER
TOA EXTERNAL |
1 |
4 |
OKE |
|
51 |
AMPLIVIER |
1 |
3 |
1pcs hibah OKE |
|
52 |
MIC
RAIDEN |
1 |
5 |
Masih berfungsi |
|
53 |
MIC
KANCING TOA |
1 |
3 |
Masih berfungsi |
|
54 |
SPEAKER
INTERNAL |
6 |
|
2 hibah |
|
55 |
UPS |
1 |
|
hibah |
|
56 |
ACCU |
1 |
|
hibah |
|
57 |
JAM
DINDING |
4 |
|
3 pcs mati |
|
58 |
TROLI
LOGISTIK |
1 |
|
Masih berfungsi |
|
59 |
TELENAN
JUMBO |
4 |
|
Masih berfungsi |
|
60 |
TELENAN
KECIL |
10 |
|
Masih berfungsi |
|
61 |
TAMBANG |
1 |
|
Baik |
|
62 |
SAPU
LANTAI |
3 |
|
Masih berfungsi |
|
63 |
SIKAT
PEL |
3 |
|
NEW |
|
64 |
GARUKAN
PEL |
3 |
|
OKE |
|
65 |
SAPU
LIDI |
1 |
|
OKE |
|
67 |
GALON |
5 |
|
hibah |
|
68 |
VACUM
CLEANER |
1 |
|
hibah |
|
69 |
LAMPU
MERCURI PHILIP |
1 |
|
OKE |
|
70 |
SEROKAN
SAMPAH |
1 |
|
OKE |
|
71 |
TOOL
BOX |
1 |
|
OKE |
|
72 |
KIPAS
LAMPU |
1 |
|
hibah |
|
73 |
DUDUKAN
MIC BESAR |
1 |
|
OKE |
|
74 |
DUDUKAN
MIC KECIL |
1 |
|
OKE |
|
75 |
LAPTOP
ASUS |
1 |
|
OKE |
|
76 |
HARDDISK |
1 |
|
OKE |
|
77 |
BOX
JUMBO |
1 |
|
OKE |
|
78 |
PALU |
1 |
|
OKE |
|
79 |
SELANG |
1 |
|
OKE |
|
80 |
KALIGRAFI
BESAR |
1 |
|
hibah |
|
81 |
KALIGRAFI
KECIL |
1 |
2 |
hibah |
|
82 |
PENAMPAN
|
30 |
- |
OKE |
|
83 |
|
|
|
|
|
84 |
|
|
|
|
|
85 |
|
|
|
|
PROGRAM WACANA YANG BELUM TEREALISASI
Ø Pelaksanaan meeting pengurus evaluasi 3 wulan
Ø Pelaksanaan sholat Idul Adha
Ø Pelaksanaan sholat jumat
Ø Riyadhoh dzikir ratib Al haddad bulanan para pengajar TPQ
An Nahdliyah Nurul Hasanah
Ø Pembuatan program remaja masjid
Ø Santunan yatim piatu perbulan
Ø Membentuk tim rukun kematian
BIDANG FATAYAT MT.Miftahul Insan
Sudah terbentuk secara tersendiri majelis
taklim ibu-ibu yang di namai Majlis Ta’lim Miftahul Insan berdiri pada awal
tahun 2010 susunan pengurus sbb :
Pembina : Ustadzah Euis Siti
Wahidah Spdi
Ketua : Ibu Khumroh
Wakil : Ibu Khusnul Khotimah
Sekertaris : Ibu Wiwik
Bendahara : Ibu Dewi ( bunda aufa )
Dan mengadakan
kegiatan di Rt.
0016/011 dan pengelolaan
serta jalannya sub organisasi MT Miftahul Insan Ibu-Ibu tersebut tidak
dilaporkan dalam penyajian ini, karena merupakan hal akan disampaikan pada
internal MT Ibu-Ibu.
IMAM SHOLAT RAWATIB DAN SHOLAT TARAWIH DKM AL AMIN
Dari kesekian kali di adakan pembelajaran terkait
tahsinul qiroah yang di bimbing langsung oleh Ustad H. Sofyan alhamdulillah
sudah tersusun dan atas keridhoan dari guru dan para jamaah yang ikut program
tahsinul qiroah kami pengurus DKM Al Amin muncul Kader para Imam sholat Rawatib
dan imam sholat sunah lainnya yaitu :
1. Bapak Amat Fattorochman
2. Bapak Agus Salim
3. Bapak Andi Handoko
4. Bapak Hari Wagianto
5. Bapak Ghufron
6. Bapak Syuaib Yulianto
7. Bapak Rahmat Albar
8. Bapak Rokhmat
Dewan Guru DKM AL AMIN
1. Utadz H.Sofyan
2. Ustadz Ismatullah
3. Ustadz Abdul Jalil
Draft terlampir..
XII.PROGRAM YANG
BELUM OPTIMAL PELAKSANAANNYA
1. Kuliah subuh rutin setiap
minggu ke empat tiap bulan.
2. Pengajian tahsin (perbaikan
bacaan qur’an) oleh pak ustadz H. Sofyan
3. Mading perlu di tata ulang, dan mengisi dengan berita-berita terbaru
baik informasi evaluasi perkembangan All program yang up to date
4. Sosialisasi informasi dari progres program perbidang
5. kurang intens dari seksi bidang dalam
mensosialisaikan dan mengingatkan
Kewajiban hadir di majlis ilmu dan all
program
6. Pengadaan marbot masjid belum maksimal
XIII.KENDALA
YANG DI HADAPI
1.
Kekurang-disiplinan pengurus Bidang/Seksi dalam menyusun program kerja per bidang dan
menyelenggarakan rapat rutin per bidang
2. Tingkat kepedulian sebagian pengurus
pada beberapa even/kegiatan masih
tergolong rendah
3. Masih mengandalkan pada sosok
atau figur orang tertentu dalam hal beberapa even/kegiatan
4. Masih minimnya pemahaman
tentang LTM ( Lembaga Ta’mir Masjid ) mengurus masjid sebagai
sesuatu bentuk kegiatan yang bukan merupakan waktu sisa saja sehingga bisa
fokus untuk mengurus masjid.
5. Keluar masuk personil jajaran kepengurusan sebelum
masa habis periode ( Reshufle Pengurus ).
6. Belum ada keterikatan batin dengan memakmurkan masjid.
7. Masih minimnya kepedulian resiko
sebab akibat terhadap kenakalan Remaja apabila tidak ditangani sedini mungkin.
8. Minimnya minat akan kewajiban
sebagai muslim, muslimat menuntut ilmu agama dan sholat rawatib.
9. Keluar masuk dana anggaran masih
kurang tertib dan rapi.
10. Pertemuan Tri Wulan pengurus DKM belum
berjalan sesuai harapan.
11. Arsip data per bidang masih belum maksimal.
12. PIC bidang aset dan infra struktur belum
berjalan baik.
XIV.PENUTUP
Tiada gading yang tak retak, merupakan ungkapan
klasik yang banyak dipakai orang dalam menggambarkan ketidaksempurnaan. Namun
kami sangat menyadari bahwa kami bukanlah gading, sehingga tidak merasa perlu meminjam ungkapan
tersebut untuk menggambarkan kami sebagai pengemudi DKM Masjid Al Amin selama
ini. Kami merasa telah berbuat secara maksimal sesuai dengan kemampuan kami,
silakan Jamaah sekalian membuat keputusan dan menilai kinerja kami. Insya Allah kami menerima apapun bentuk
penilaian itu.
Terima kasih kepada semua pihak
yang selama ini telah membantu Pengurus baik dalam bentuk tenaga, perhatian,
ide, saran bahkan kritikan. Untuk itu kami mohonkan maaf yang sebesar-besarnya
jika selama kepengurusan kami terdapat
hal-hal yang tidak berkenan di hati para Jamaah. Semua itu kami lakukan demi pengabdian
dan memegang amanah Jamaah dan warga yang telah mempercayai kami.
Demikian laporan Pengurus DKM AL AMIN masa ibadah 2014-2017. Semoga laporan kami ini dapat
memberikan pelajaran yang berharga bagi Pengurus berikutnya dalam mengelola
organisasi DKM AL AMIN
Wallahu muafik illa aqwamitthorik
Wassalaamu’alaikum warokhmatullahi wabarokatuh
Bekasi, Ahad 26. November. 2017
PENGURUS DKM AL AMIN PERIODE 2014 – 2017
|
ROKHMAT Ketua |
|
NUR ROKHMAT Sekretaris |
|
|
|
|
|
Tembusan :
Dewan Guru DKM Al Amin
·
Ustadz
H.Sofyan
·
Ustadz
Ismatullah
·
Ustadz
Abdul Djalil
PERIODE 2014 - 2017
|
NO |
JENIS KEGIATAN |
WAKTU |
KETERANGAN
|
|
|
|
1 |
KAJIAN
MALAM RABU |
BADA ISYA |
UMUM
|
|
|
|
2 |
KAJIAN
MALAM JUM’AT |
BADA ISYA |
|
|
|
|
3 |
KAJIAN
MALAM SABTU |
BADA MAGHRIB |
|
|
|
|
4 |
KAJIAN
BULANAN |
BADA ISYA |
|
|
|
|
5 |
KAJIAN
SABTU PAGI |
BADA SUBUH |
|
|
|
|
6 |
TPQ
METODE ANNAHDLIYYAH |
SORE & MALAM |
|
|
|
|
7 |
MAULUD
NABI |
TENTATIF |
|
|
|
|
8 |
ISRA’
MI’RAJ |
BADA ISYA |
|
|
|
|
9 |
NISFU
SYA’BAN |
BADA MAGHRIB |
|
|
|
|
10 |
TARHIB
RAMADHAN PAWAI OBOR |
BADA ISYA |
|
|
|
|
11 |
TADARUS
QUR’AN |
BADA TARAWIH |
|
|
|
|
12 |
KULTUM
TARAWIH |
QOBLA TARAWIH |
|
|
|
|
13 |
IFTHOR
JAMA’I |
BADA ASHAR |
|
|
|
|
14 |
NUZULUL
QUR’AN |
BADA TARAWIH |
|
|
|
|
15 |
TA’JIL
RAMADHAN |
BADA ASHAR |
|
|
|
|
16 |
ITIKAF |
BADA TARAWIH |
|
|
|
|
17 |
LAZIS |
TENTATIF |
|
|
|
|
18 |
SHOLAT
IDUL FITRI |
PAGI HARI |
|
|
|
|
19. |
TAJIL
IDUL FITRI |
BADA SHOLAT EID |
|
|
|
|
20. |
HALAL
BI HALAL |
PAGI HARI |
|
|
|
|
21. |
ISTIGHOSAH
DIRGAHAYU NKRI |
BADA ISYA |
|
|
|
|
22. |
DOA
AHIR & AWAL TAHUN HIJRIYAH |
Bada ashar , magrib |
|
|
|
|
23. |
SANTUNAN
YATIM |
TENTATIF |
|
|
|
|
24. |
PAWAI
OBOR MUHARRAM |
BADA ISYA |
|
|
|
|
25. |
IDUL
QURBAN |
PAGI HARI |
|
|
|
|
26. |
DZIKIR
RATIBUL HADAD |
BADA ISYA |
|
|
|
|
27. |
MAULID
ADIBA |
BADA MAGRIB |
|
|
|
|
28. |
MAULID
BARZANJI |
BADA SUBUH |
|
|
|
|
29. |
DZIKIR
RATIB AL HADAD |
BADA SUBUH |
|
|
|
|
30. |
RIYADHOH
ANNAHDLIYYAH |
PAGI HARI |
|
|
|
|
31. |
MAULID
KELILING REMAJA & ANAK2 |
BADA MAGRIB |
|
|
|
|
32. |
HADROH |
|
|
|
|
|
33. |
BBM
( BERSIH BERSIH MASJID ) |
PAGI HARI |
|
|
|
|
34. |
DIKLAT
ANNAHDLIYAH |
PAGI/MALAM |
|
|
|
|
35. |
DIKLAT
( LTM/Lembaga Tamir Masjid ) |
PAGI HARI |
|
|
|
|
36. |
PEMANTAPAN
GURU TPQ |
PAGI BADA SUBUH |
|
|
|
|
37. |
DIKLAT
DAUROH JANAIZ |
PAGI HARI |
|
|
|
|
38. |
DOA
BERSAMA HARI SANTRI |
BADA ISYA |
|
|
|
|
39. |
MABIT
TPQ Nurul Hasanah |
BADA TARAWIH |
|
|
|
|
40. |
BUKBER
TPQ Nurul Hasanah |
BADA ASHAR |
|
|
|
|
41. |
SAHUR
BERSAMA TPQ Nurul Hasanah |
|
|
|
|
|
42. |
Perayaan
Maulid Nabi feat FKDKM |
BADA ISYA |
|
|
|
|
43. |
BAKSOS
POSCO BENCANA BANJIR |
|
|
|
|
|
44. |
GISMAS
/gerakan Infak,sehari 1000; |
---- |
|
|
|
|
45. |
Pelaksanaan
Sholat Gerhana Matahari |
PAGI HARI |
|
|
|
|
46. |
KAJIAN
AHAD PAGI |
|
|
|
|
|
. |
|
|
|
|
|
DOCUMENTASI PROGRAM DKM AL AMIN